Pada hari Selasa, 11 Februari 2025, bertempat di Laboratorium Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ, telah dilakukan kegiatan pembuatan preparat anatomi yang dimulai pukul 13.00 “ 19.00 WIB. Pembuatan preparat anatomi ini bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran bagi mahasiswa, meningkatkan pemahaman mengenai struktur anatomi hewan, serta mendukung penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran hewan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Gracia Angelina Hendarti, drh., M.Si selaku penanggung jawab serta Tantri Dyah Whidi Palupi, drh., M.Si dan Ary Setya Hernanda, drh., M.Si selaku dosen dan asisten dosen Gross Anatomi Divisi Anatomi Veteriner. Adapun asisten dosen mahasiswa yang terlibat sebanyak 15 mahasiswa dan 2 laboran Anatomi Veteriner. Sebanyak 293 mahasiswa s1 kedokteran hewan terlibat dalam praktikum pembuatan preparat anatomi.
Pembuatan preparat anatomi dengan hewan model kambing dilakukan euthanasia dengan metode blood exanguinasi. Proses pembuatan dimulai dengan penimbangan berat badan dan dilanjutkan dengan anastesi total. Lalu, dilakukan prosedur blood exanguinasi dengan tujuan mempertahankan pembuluh darah. Selanjutnya, darah yang telah dikeluarkan diganti dengan cairan lateks. Spesimen diawetkan menggunakan larutan formalin 10%. Proses perendaman dilakukan selama 7 hari. Hal tersebut silakukan diseksi untuk mengekspos struktur anatomi yang diinginkan. Preparat diberi label sesuai standar akademik dengan nomor di area telinga. Penyimpanan dilakukan dalam kondisi yang sesuai untuk mencegah kerusakan.
Hasil dari kegiatan ini berupa preparat anatomi yang akan digunakan sebagai bahan ajar di laboratorium serta referensi bagi mahasiswa s1 kedokteran hewan dalam mempelajari konsep dasar anatomi umum tentang tulang, otot, nervus, arteri dan vena serta organ viscera, mengidentifikasi nama, bentuk dan struktur tulang yang membangun kerangka axial tubuh, mengidentifikasi nama, bentuk dan struktur tulang yang membangun kerangka appendikular tubuh serta menjelaskan komparasi tulang antara hewan domestik, mengidentifikasi bentuk dan struktur kulit, musculus, nervus, arteri, vena dan kelenjar limfe lapis demi lapis dari setiap regio serta menjelaskan letak/lokasi musculus, nervus, arteri, vena dan kelenjar limfe, dilihat dari sisi yang berbeda (lateral, medial, cranial, caudal) dan korelasi antar struktur anatomi pada setiap regio.
Kegiatan pembuatan preparat anatomi ini berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs):
-
SDG 4: Quality Education
- Pembuatan preparat anatomi ini bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran bagi mahasiswa, meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur anatomi hewan, serta mendukung penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran hewan.
- Dengan adanya preparat ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam melalui metode pembelajaran berbasis visual dan praktik langsung, yang sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang kedokteran hewan.
-
SDG 3: Good Health and Well-Being
- Studi anatomi merupakan fondasi utama dalam ilmu kedokteran hewan, yang berperan dalam diagnosis, bedah, dan pengobatan penyakit pada hewan.
- Pemahaman yang lebih baik mengenai anatomi hewan juga mendukung peningkatan layanan kesehatan hewan, yang berdampak pada kesejahteraan hewan dan masyarakat yang bergantung pada hewan sebagai sumber pangan, pendamping, maupun tenaga kerja.
-
SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure
- Pembuatan preparat anatomi ini mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan di bidang kedokteran hewan.
- Inovasi dalam teknik pengawetan spesimen, seperti penggunaan cairan lateks dan larutan formalin 10%, memungkinkan pelestarian anatomi yang lebih baik untuk keperluan akademik dan penelitian jangka panjang.
-
SDG 12: Responsible Consumption and Production
- Penggunaan hewan untuk pembuatan preparat anatomi dilakukan dengan metode yang etis dan bertanggung jawab, termasuk penerapan euthanasia dengan blood exanguination untuk mengurangi penderitaan hewan.
- Spesimen yang diawetkan memungkinkan efisiensi dalam penggunaan hewan untuk penelitian dan pembelajaran, sehingga dapat mengurangi jumlah hewan yang harus digunakan dalam jangka panjang, sesuai dengan prinsip 3R (Replacement, Reduction, Refinement) dalam penelitian hewan.
-
SDG 15: Life on Land
- Pemahaman mendalam mengenai anatomi hewan dapat membantu dalam konservasi spesies domestik maupun satwa liar, terutama dalam bidang medis veteriner dan rehabilitasi satwa.
- Dengan adanya penelitian anatomi yang lebih baik, dokter hewan dapat berkontribusi dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas hidup hewan dalam berbagai sektor, termasuk peternakan dan ekosistem alami.
Dengan adanya kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran hewan, yang sejalan dengan pencapaian SDGs, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, inovasi, konsumsi berkelanjutan, dan kesejahteraan hewan.
Penulis : Dr. Gracia Angelina Hendarti, drh., M.Si




