Pengalaman saya di Divisi Klinik Rumah Sakit Hewan Pendidikan 51动漫 merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan saya sebagai calon dokter hewan. Di sinilah saya benar-benar merasakan bagaimana ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah diuji dalam praktik nyata. Setiap hari saya berhadapan dengan berbagai kasus medis, mulai dari penyakit kulit sederhana, gangguan sistem pencernaan, kasus trauma akibat kecelakaan, hingga tindakan operasi besar. Keberagaman kasus ini membuat saya semakin memahami bahwa dunia medis veteriner sangat luas dan penuh tantangan.
Selama menjalani kegiatan di divisi klinik, saya terlibat langsung dalam berbagai prosedur, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga membantu dokter hewan dalam pemeriksaan penunjang seperti radiografi, USG, dan pemeriksaan laboratorium. Selain itu, saya juga berkesempatan mengobservasi dan ikut serta dalam prosedur pembedahan. Setiap pengalaman tersebut memberi saya pemahaman bahwa penanganan medis pada hewan membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kerja sama tim yang baik.
Hal yang tidak kalah penting adalah interaksi dengan pemilik hewan. Saya belajar bahwa seorang dokter hewan harus mampu menjelaskan kondisi medis pasien dengan bahasa yang sederhana, agar pemilik dapat memahami dan menerima keputusan medis yang diambil. Dari situ saya sadar, komunikasi yang baik sama pentingnya dengan keterampilan klinis. Tanpa komunikasi yang efektif, kepercayaan pemilik hewan sulit terbangun, padahal kepercayaan adalah kunci dalam keberhasilan terapi.
Saya juga banyak belajar dari dosen dan dokter hewan pembimbing yang selalu sabar memberikan arahan. Mereka tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga etika profesi, sikap profesional, serta nilai empati terhadap hewan dan pemiliknya. Setiap masukan yang diberikan menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri, berpikir kritis, dan berani mengambil keputusan medis dengan penuh tanggung jawab.
Melalui pengalaman di Divisi Klinik RSHP UNAIR, saya menyadari bahwa menjadi dokter hewan bukan hanya soal ilmu dan keterampilan, tetapi juga menyangkut dedikasi, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pasien. Saya merasa semakin mantap dengan pilihan profesi ini, karena setiap kasus yang saya temui memberi saya kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja nantinya.
Pengalaman ini benar-benar membekas dalam perjalanan akademik saya. Tidak hanya membentuk keterampilan klinis, tetapi juga membangun rasa empati, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang besar. Saya percaya bahwa bekal pengalaman di Divisi Klinik Rumah Sakit Hewan Pendidikan 51动漫 akan menjadi dasar yang kuat untuk langkah saya berikutnya menuju profesi dokter hewan yang profesional dan berintegritas.
Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, peran SDGs yang Mendukung Pengalaman Klinik di RSHP UNAIR:
- SDG 3: Good Health and Well-Being
- Menjaga kesehatan hewan melalui diagnosis, terapi, dan tindakan medis berkontribusi pada kesejahteraan hewan sekaligus kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
- SDG 4: Quality Education
- Kegiatan praktik klinik memberikan pembelajaran nyata yang meningkatkan keterampilan mahasiswa kedokteran hewan. Ini mendukung pendidikan berkualitas dengan mengintegrasikan teori dan praktik.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production
- Melalui edukasi kepada pemilik hewan tentang perawatan, terapi, dan pemakaian obat yang tepat, mahasiswa turut mendorong penggunaan sumber daya medis yang lebih bertanggung jawab.
- SDG 15: Life on Land
- Perawatan kesehatan hewan domestik maupun satwa lainnya mendukung keberlanjutan ekosistem, karena hewan yang sehat berperan penting dalam keseimbangan lingkungan.
Penulis: Moh. Adiba Kurniawan




