51动漫

51动漫 Official Website

Pengalaman Koas Klinik di RSHP UNAIR: Penguatan Kompetensi Klinis, Bedah, dan Komunikasi dalam Mendukung SDGs

Koasistensi Divisi Klinik yang dimulai pada tanggal 28 Juli 2025 bagi saya merupakan suatu hal yang sangat menarik karena didalamnya khususnya saya dapat belajar banyak hal yang sudah kami

pelajari selama pendidikan sarjana dahulu. Disinilah tempat saya melakukan praktek untuk mengasah kemampuan yang sudah diberikan. Dari pertama masuk kami menerima materi-materi dari dosen yang

kompeten. Tidak hanya materi, tetapi disini kami bisa belajar praktek menjahit, praktek memasang infus, praktek melakukan EKG, praktek memeriksa mata, praktek bandage yang baik, dan masih banyak lagi

praktek yang dapat dilakukan saat di divisi klinik. Ketika kami sudah masuk di RSHP Unair, disinilah tantangan yang lebih besar lagi karena disini kami menerima pasien langsung dan berkomunikasi dengan owner dan dihadapkan langsung dengan pasien yang sesungguhnya. Anamnesa dilakukan sendiri

membuat saya dapat melatih komunikasi yang baik, pasti hal ini sangat berharga buat saya karena hal seperti ini tidak saya dapatkan selama saya magang dimanapun. Praktek handling dan restrain anjing dan kucing pun dapat kami terapkan di sini, khususnya pada anjing yang saya rawat merupakan anjing ras German Shepherd yang tidak bisa dipegang dengan banyak orang yang bernama Aj. Goza.

Operasi merupakan hal yang tidak kalah menariknya karena disini kami dapat melihat langsung peroses operasi yang jarang saya dapatkan di klinik lain, seperti operasi tumor. Operasi tumor pertama

kali saya ikuti dan saya dapat melihat bagaimana cara melakukan tindakannya. Operasi tersebut saya ikuti pada tanggal 28 Agustus 2025 kasus tumor labia pada anjing husky. Setelah dilakukan pengangkatan

tumor tersebut, saya melihat bagaimana cara melakukan insisi dan bagaiama untuk melakukan ligasi

pembuluh darah secara langsung. Tidak hanya tumor, masih banyak operasi yang dapat saya ikuti selama di RSHP Unair baik operasi mayor maupun minor.

Yang menjadi tantangan lebih besar lagi adalah ketika saya melakukan ujian bedah, karena disitu saya dan teman satu kelompok melakukan operasi sendiri dari menyiapkan alat, obat, tindakan, dan setelah tindakan kami lakukan secara mandiri. Terima kasih untuk semua dosen yang telah membimbing kami selama di divisi klinik ini, semoga ilmu yang sudah diberikan dapat menjadi berkah dan bermanfaat di kemudian hari.

Pengalaman ini mendukung peran Sustainable Development Goals (SDGs): SDG 3 (Good Health and Well-being): melalui peningkatan keterampilan praktis mahasiswa dalam memberikan layanan kesehatan hewan yang berkualitas, termasuk bedah dan perawatan pasien, SDG 4 (Quality Education): pengalaman koas menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik langsung, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme calon dokter hewan dan SDG 15 (Life on Land): mendukung kesehatan hewan peliharaan dan satwa sebagai bagian dari pelestarian biodiversitas dan keseimbangan ekosistem.

Penulis: Yusuf Rio Setiawan

AKSES CEPAT