Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 mengadakan sosialisasi terkait pelaksanaan Ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination) tahun 2025 bagi mahasiswa PPDH (Program Pendidikan Dokter Hewan). Acara yang dipandu oleh empat dosen senior FKH Unair ini membahas sejumlah pembaruan penting dalam sistem ujian kompetensi dokter hewan. kegiatan ini menunjang pelaksanaan target SDGS, yaitu SDG no. 4 yaitu Pendidikan Berkualitas.
Prof. Dr. Wiwiek Tyasningsih, drh., M.Kes dalam paparannya menjelaskan bahwa ujian akan diselenggarakan dalam tiga stase dengan durasi 20 menit per mahasiswa. Setiap peserta akan diuji oleh penguji berbeda di tiap sesinya, dengan protokol ketat termasuk larangan penggunaan perangkat elektronik selama ujian berlangsung.
“Kami telah menyiapkan sembilan ruang ujian dengan total 18 sesi per hari, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB,” jelas Dr. Nusdianto Triakoso, drh., MP. Jadwal tersebut mengharuskan mahasiswa untuk siap siaga sepanjang hari pelaksanaan ujian.
Dr. Rimayanti, drh., M.Kes mengumumkan jadwal try out CBT pada 15 Februari 2025, dilanjutkan try out OSCE pada 16-17 Februari 2025. “Briefing try out pada 14 Februari 2025 wajib diikuti seluruh peserta. Kedisiplinan waktu sangat kami tekankan demi kelancaran pelaksanaan,” tegasnya.
Tahun ini, standar kelulusan atau passing grade ditingkatkan sejalan dengan peningkatan tingkat kesulitan ujian, baik untuk praktik maupun CBT. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa PPDH, mengingat ketidaklulusan mengharuskan pengulangan di tahun berikutnya dengan kemungkinan adanya perubahan sistem ujian.
Tim dosen dan panitia pelaksana menutup sesi sosialisasi dengan memberikan dukungan penuh kepada para calon peserta ujian OSCE 2025, berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan performa terbaik dan mencapai kelulusan yang diharapkan.
Penulis: zahra shabira




