NERS NEWS – Sebagai bagian dari program pertukaran pelajar, peserta student exchange melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga setempat untuk berinteraksi langsung dan mempelajari praktik kesehatan di tingkat komunitas bersama para anggota staff and student exchange program, Ibu Arina Qona’ah S.Kep., Ns., M.Kep; Ibu RR Dian Tristiana S.Kep., Ns., M.Kep; Ibu Praba Diyan Rachmawati, S.Kep., Ns., M.Kep; Syifana Yashuda (A2021), Aurelia Rosalin Indaratnashanty (A2023); dan Fania Layla Sabrina (A2023). Selama kunjungan, para peserta mengamati kehidupan sehari-hari warga dan berdiskusi mengenai tantangan kesehatan yang mereka hadapi. Mereka juga mendalami bagaimana program kesehatan komunitas diterapkan, termasuk akses layanan kesehatan dasar serta dukungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pada kunjungan pertama, peserta bertemu dengan seorang pria yang telah hidup dengan skizofrenia selama 11 tahun. Pria tersebut harus mengonsumsi 10 pil obat setiap malam untuk mengelola kondisinya. Jika ia tidak meminum obat-obatan tersebut, ia mengalami tremor dan kesulitan tidur akibat riwayat sebagai pengguna narkoba. Pengalaman ini memberikan wawasan bagi peserta tentang pentingnya dukungan medis berkelanjutan bagi pasien dengan gangguan kesehatan mental yang kompleks.
Pada kunjungan kedua, kami mendatangi seorang anak berusia 2 tahun 2 bulan yang telah mengalami kondisi medis serius. Dalam enam bulan terakhir, ditemukan 160 ulat di kepalanya sebagai bagian dari komplikasi yang berkaitan dengan diagnosis vertigo dan Langerhans Cell Histiocytosis (LCH). Salah satu pihak help center mengatakan bahwa anak tersebut menjadi perhatian khusus, hingga Presiden Thailand turun langsung memberikan perhatian dengan memastikan anak tersebut mendapatkan perawatan kesehatan yang layak. Kunjungan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang sudah tidak mampu menanggung biaya pengobatan.
Kedua kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, tidak hanya dalam memahami kondisi medis yang unik, tetapi juga dalam menyaksikan langsung tantangan sosial dan ekonomi yang mempengaruhi akses terhadap layanan kesehatan.
Kunjungan ini memberikan wawasan berharga bagi peserta untuk memahami hubungan antara kesehatan, budaya, dan dinamika sosial, sekaligus memperkaya perspektif mereka tentang kesehatan global dan perawatan komunitas.
Penulis : Fania Layla Sabrina
Editor : Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




