51动漫

51动漫 Official Website

Hospital Visit to Takbai Mental Hospital

NERS NEWS – Pada 13 November 2024, kami para anggota staff and student exchange program, Ibu Arina Qona’ah S.Kep., Ns., M.Kep; Ibu RR Dian Tristiana S.Kep., Ns., M.Kep; Ibu Praba Diyan Rachmawati, S.Kep., Ns., M.Kep; Syifana Yashuda (A2021), Aurelia Rosalin Indaratnashanty (A2023); dan Fania Layla Sabrina (A2023) berkesempatan untuk mengunjungi Tak Bai Mental Hospital. Kami berkesempatan untuk mengikuti sosialisasi rumah sakit pada pemimpin-pemimpin desa yang ada.

Pada dasarnya, rumah sakit ini mengupayakan untuk para pasien merasa dirumah atau berada di komunitasnya selama melakukan perawatan atau rehabilitasi. Salah satu program yang dilaksanakan oleh rumah sakit ini untuk merawat para pasiennya adalah kunjungan dari pemimpin desanya. Program ini dilaksanakan dengan harapan para pasien merasa nyaman selama pengobatan karena ada wajah-wajah yang mereka kenali.

Selain gangguan mental, rumah sakit ini juga menangani pasien yang melakukan drug abuse. Pasien yang mengalami drug abuse sendiri dibagi menjadi beberapa level. Level ini dibagi menjadi 4 dan dibedakan berdasarkan efek dari obat yang mereka salahgunakan. Level 1 atau level hijau, digunakan untuk pasien yang sudah menyalahgunakan obat namun belum menunjukan gejala atau symptom yang signifikan. Level kedua yaitu level kuning, merupakan level yang diperuntukan untuk pasien yang mengalami insomnia akibat penyalahgunaan obat tersebut. Level ketiga atau level orange, adalah level dimana sang pasien melakukan sikap-sikap yang membahayakan namun masih dapat dikontrol. Sedangkan untuk level keempat atau terakhir yang ditandai dengan warna merah, adalah pasien yang sudah lepas kontrol dan bisa melakukan kekerasan kapanpun demi mendapatkan obat yang diinginkan.

Takbai Mental Hospital sendiri dapat menampung pasien sampai ke level orange. Ketika seorang pasien sudah berada di level merah, mereka akan mentransfernya ke rumah sakit pusat, atau Naradhiwas Rajanagarindra Hospital.

Pada kunjungan ini kami diperbolehkan untuk berinteraksi dengan salah satu kelompok pasien yang sedang menjalani perawatan dan sudah di kondisi yang membaik. Pasien-pasien ini merupakan pasien yang mengalami gangguan jiwa akibat melakukan drug abuse. Setelah melakukan bincang singkat dengan pasien-pasien ini, mereka mengutarakan ingin cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

 

Penulis : Aurelia Rosalin Indaratnashanty
Editor : Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT