NERS NEWS – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Reguler Angkatan 2020, Kelompok 2.4, Stase Keperawatan Anak, dari 51动漫 telah melaksanakan kegiatan Terapi Bermain di Ruang BOBO III RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Jumat, 8 November 2024 pada pukul 09.30-10.30 WIB, dengan tema “Menggambar dan Mozaik” yang dimoderatori oleh Intan Yuliana K., dipimpin oleh Rhisma Ayunda M.P, dan Rahma Nur Hamidah sebagai observer.
Terapi bermain ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, motorik, dan penyampaian pesan anak-anak usia sekolah dengan baik, anak merasa tenang dan senang selama berada di Ruang Bobo, dapat bersosialisasi dengan teman sebaya sesuai tumbuh kembang anak dan dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan atau ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak akibat hospitalisasi.
Kegiatan terapi bermain ini dibimbing oleh pembimbing akademik Ibu Ilya Krisnana. Dr, S.Kep.,Ns.,M.Kep., pembimbing klinik Ibu Shinta Narulita, S.Kep., Ns., dan juga ibu Erna Supatmini, S.Kep., Ns.,M.Kep. sebagai kepala ruangan yang turut membimbing dalam kelancaran kegiatan yang dilakukan. Persiapan dilakukan pada hari sebelumnya dengan membuat konsep terapi bermain yang akan diberikan, mahasiswa membuat pemetaan terlebih dahulu kelompok usia anak yang sedang dirawat pada minggu tersebut, sehingga dapat dirumuskan terapi bermain yang sesuai dengan umur. Pada minggu tersebut kebanyakan pasien yang dirawat pada ruang BOBO RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah kelompok anak usia sekolah, sehingga dirumuskan untuk dibuat kegiatan terapi bermain dengan tema menggambar dan mozaik.
Masa usia sekolah (6-12 tahun) dimana anak sudah masuk sekolah dasar, biasanya usia 6-12 tahun. Karakteristik sosial bermain pada masa ini adalah kooperatif. Permainan berisi permainan kompetitif. Dalam terapi bermain yang diberikan pasien diberikan waktu 45 menit untuk menggambarkan imajinasinya dan memberikan tempelan mozaik pada gambar yang sudah dibuat. Di akhir sesi diberikan kesempatan bagi 3 peserta yang berani dan sudah menyelesaikan gambarnya untuk bercerita terkait apa yang sudah dibuat. Peserta yang berani bercerita diberikan reward tambahan sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya. Dari kegiatan terapi bermain yang dilakukan para peserta tampak sangat senang dengan kegiatan yang diberikan. Terdapat 11 anak yang mengikuti kegiatan ini, salah satunya Monica yang mengatakan “senang ada kegiatan terapi bermain di rumah sakit jadi tidak bosan saat di rumah sakit”. Orang tua pasien mengatakan jika senang adanya kegiatan seperti ini sehingga anak dapat terhibur. Dengan kegiatan ini, semoga dapat mencapai tujuan dan kebermanfaatan bagi pasien maupun keluarga sesuai dengan yang sudah direncanakan.
Penulis: Rahma Nur Hamidah
Editor: Anindya Putri Ravina (Airlangga Nursing Journalist)




