51动漫

51动漫 Official Website

GUARDIAN: Aksi Nyata Mahasiswa Redam Diskriminasi dan Halusinasi di Liponsos Keputih, Melawan Stigma dan Merangkul Jiwa

NERS NEWS — (Sabtu, 14/06/2025) — 51动漫 telah sukses melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) yang melibatkan peran aktif dari mahasiswa berbasis proyek, aksi nyata, dan pendekatan langsung ke masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa Angkatan 2023 Kelas A3, bertempat di Liponsos, Keputih, pada hari Sabtu, 14 Juni 2025, dengan mengusung tema “GUARDIAN: Gerakan untuk Aksi Redam Diskriminasi dan Halusinasi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Keperawatan Jiwa dan Psikososial bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gangguan halusinasi serta dampak diskriminasi yang menyertainya.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dibuka oleh MC Laras dan Rani, keduanya membuka acara secara resmi dengan pembacaan doa bersama, diikuti sesi senam pagi yang dipimpin oleh Anam, Rhohman, dan Komang, dengan iringan musik senam. Peserta kemudian melakukan pendinginan sembari mendengarkan lagu relaksasi sebelum menuju aula untuk registrasi. Dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Liponsos Keputih, Mas Topan, serta ketua pelaksana, Farrel Aulia Revyanto. Kegiatan inti dimulai dengan pre-test interaktif menggunakan sistem zona benar-salah yang dipandu oleh kedua MC. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Arsinta dan Anggie selama 20 menit mengenai halusinasi dan diskriminasi.

Topik ini dipilih karena masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai halusinasi dan mendiskriminasi pasien halusinasi. Halusinasi diartikan sebagai gangguan persepsi yang menimbulkan sensasi palsu melalui panca indera, seperti mendengar suara atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Dibedakan dari delusi (keyakinan salah) dan ilusi (salah tafsir rangsangan nyata). Faktor pemicunya meliputi biologis, stres, dan lingkungan. Peserta diajarkan teknik kontrol diri, seperti afirmasi positif dan komunikasi dengan orang terdekat, serta pentingnya dukungan keluarga. . Diskriminasi terhadap penderita halusinasi dapat memperburuk kondisi, sehingga kegiatan ini menekankan cara menyikapinya dengan empati dan dukungan profesional. Melalui pemahaman ini, diharapkan peserta dapat mengurangi stigma dan membantu pemulihan penderita gangguan halusinasi.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan tiga pertanyaan terpilih, peserta terlihat cukup aktif bertanya. “Kalau kita melihat teman kita sedang berbicara sendiri harus bagaimana ya, Mbak?” tanya salah satu peserta yang langsung dijawab oleh Anggie selaku pemateri. Untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah pemaparan materi, dilakukan post-test dengan pertanyaan yang sama dan dengan metode yang sama pada sesi pre-test sebelumnya, yakni sistem post-test interaksi zona benar-salah. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan yang cukup baik dalam pemahaman peserta mengenai materi yang disampaikan. Acara kemudian diselingi games estafet kardus yang melibatkan 5 kelompok, di mana kardus dipindahkan secara estafet mencapai garis finish dan diiringi musik untuk menciptakan suasana ceria. Peserta juga diajak refleksi melalui “Senandika Bahagia” dengan menuliskan momen paling berkesan dalam hidup mereka.

Kegiatan PjBL ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya penghuni Liponsos Keputih. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan ini mampu membuka ruang dialog dan empati terhadap penyintas gangguan jiwa, khususnya halusinasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghentikan diskriminasi. Melalui “GUARDIAN: Gerakan Untuk Aksi Redam Diskriminasi dan Halusinasi”, mahasiswa berhasil menunjukkan bahwa ilmu keperawatan jiwa tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu diimplementasikan langsung untuk menjangkau dan mengedukasi masyarakat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi program serupa di masa mendatang, demi menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, peduli, dan sadar kesehatan mental.

 

Penulis: Vidia Syahira Armanda, Nazwa Nur Aprilia, dan Rosianne Diamora Uly Tambunan
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT