NERS NEWS – Surabaya, Kamis, 12 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners 51动漫 kembali menunjukkan kontribusinya dalam promosi kesehatan melalui kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang dilaksanakan di Poli Obgyn Rumah Sakit 51动漫. Kegiatan ini mengusung tema “SEHATI: Sehat Reproduksi adalah Hak Wanita Sejati”, dengan tujuan utama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan diikuti oleh keluarga pasien serta pengunjung yang berada di ruang tunggu Poli Obgyn.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari rangkaian praktik klinik mahasiswa pada Stase Maternitas, di mana mereka dituntut untuk mengaplikasikan teori keperawatan dalam bentuk kegiatan edukasi kepada masyarakat secara langsung. Kelompok D.22 sebagai pelaksana kegiatan telah menyusun materi dan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) dengan seksama, agar isi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sasaran yang hadir. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat awam yang belum tentu memiliki latar belakang kesehatan, sehingga penyampaian materi disesuaikan agar mudah dipahami dan aplikatif.
Acara dibuka oleh moderator, Khofifah Agustiani, yang memulai kegiatan dengan ucapan salam, perkenalan tim penyuluh, kontrak waktu, serta penjelasan tujuan penyuluhan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh tiga orang pemateri, yaitu Rahmadhani Putri, Verin Prisilia Octora, dan Kholda Rosyadah Triaji. Ketiga pemateri menyampaikan materi secara bergantian dan terstruktur, meliputi pengertian kesehatan reproduksi wanita menurut WHO, faktor-faktor yang mempengaruhinya (seperti faktor biologis, sosial, budaya, dan psikologis), tujuan menjaga kesehatan reproduksi, manfaat yang diperoleh, hingga masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi di masyarakat.
Peserta diajak memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya sekadar terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem dan fungsi reproduksi. Dalam pemaparannya, pemateri juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengambil keputusan terhadap tubuh dan kesehatannya sendiri. Beberapa masalah yang diangkat dalam penyuluhan antara lain keputihan patologis, gangguan menstruasi, risiko penyakit menular seksual, serta dampak dari kurangnya edukasi kesehatan reproduksi sejak usia remaja.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim penyuluh menggunakan metode ceramah interaktif dan tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias dan aktif bertanya mengenai isu-isu seputar kesehatan reproduksi yang mereka alami atau temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ada yang bertanya mengenai cara membersihkan area kewanitaan yang benar, tanda-tanda infeksi saluran reproduksi, hingga pentingnya skrining seperti Pap smear. Pemateri menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, didukung pula oleh fasilitator yang memastikan peserta tetap fokus dan terlibat selama sesi berlangsung.
Selain moderator dan pemateri, tim pelaksana juga terdiri atas anggota lain dengan pembagian tugas yang jelas. Aulia Fikriatunnisa, Rhenaldy Dwi Putra, Ach. Lutfiyadi, dan Rokhmatus Laili bertugas sebagai fasilitator yang mengajak dan memotivasi peserta untuk aktif. Sulthan Hamid Fhauzhyana dan Chalida Aprilliya bertugas sebagai notulen dan observer yang mencatat jalannya kegiatan serta mengevaluasi efektivitas penyuluhan. Sementara itu, Phila Ady Chandra dan Salsabila Prameswari Agustin mendokumentasikan kegiatan secara visual untuk keperluan laporan dan publikasi.
Penyuluhan ini dibimbing oleh dua dosen pembimbing, yaitu Ns. Nurul Alviana, S.Keb., Bd selaku pembimbing akademik dan Ns. Aria Aulia Nastiti, M.Kep selaku pembimbing klinik. Kedua pembimbing memberikan arahan sebelum pelaksanaan, serta melakukan supervisi langsung terhadap jalannya kegiatan untuk memastikan mutu edukasi tetap terjaga.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, diketahui bahwa kegiatan berlangsung sesuai dengan perencanaan. Struktur acara berjalan tepat waktu, peserta hadir lebih dari 80% target, dan suasana penyuluhan berlangsung tertib serta kondusif. Dalam sesi penutup, moderator melakukan evaluasi pemahaman dengan mengajukan pertanyaan ulang terkait materi yang telah disampaikan. Sebagian besar peserta mampu menjawab dengan baik, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mereka setelah mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah aktif mengikuti penyuluhan. Selain itu, peserta juga diberikan leaflet sebagai media edukasi tambahan yang dapat dibaca kembali di rumah. Harapannya, peserta dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada anggota keluarga lainnya, sehingga tercipta efek edukasi yang berkesinambungan di lingkungan masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan PKRS dengan tema “SEHATI: Sehat Reproduksi adalah Hak Wanita Sejati” ini berjalan sukses dan menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa keperawatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Tidak hanya memberikan pengalaman praktik edukatif kepada mahasiswa, namun juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dengan layanan kesehatan rumah sakit dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan cakupan topik yang lebih luas dan sasaran yang semakin variatif.
Penulis : Kelompok D.22 Profesi Ners 2024
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)




