NERS NEWS – Lansia sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan mobilisasi maupun aktivitas sehari-hari, baik disebabkan oleh faktor cedera maupun fisiologis. Mobilisasi yang lancar dapat mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Kemampuan mobilisasi yang tepat pada lansia memiliki manfaat untuk mempertahankan kemandirian, mengurangi resiko cedera, dan juga dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kemampuan mobilisasi pada lansia mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga kondisi dan fungsi fisik serta mental lansia. Aktivitas fisik yang rutin dan teratur dapat mencegah lansia dari berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, kolesterol, dan tekanan darah tinggi. Untuk melakukan aktivitas fisik itu semua diperlukan kemampuan mobilisasi yang baik. Mobilisasi yang baik dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot yang mulai berkurang, serta dapat mencegah penyusutan massa otot pada lansia.
Sangat penting diketahui bahwa setiap individu lansia memiliki keadaan fisik dan kondisi kesehatan yang berbeda. Mobilisasi pada lansia dapat menyesuaikan sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing. Artikel ini akan membahas bagaimana cara melakukan mobilisasi pada lansia yang menggunakan kursi roda dengan aman dan nyaman tanpa resiko cedera baik pada pasien dan juga pada orang yang melakukan bantuan mobilisasi.
Sebelum melakukan bantuan mobilisasi pada lansia dengan penggunaan kursi roda, penting untuk mengkaji kekuatan otot dan sendi pada lansia. Hal ini penting untuk menilai seberapa baik kekuatan otot dan sendi lansia untuk melakukan mobilisasi ke kursi roda. Serta dapat pula mengkaji tingkat kemampuan lansia dalam mengikuti instruksi penolong. Selanjutnya mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu kursi roda dengan posisi 45° dari tempat tidur, rem terkunci, rem tempat tidur terkunci. Terakhir melakukan tindakan aseptik yaitu cuci tangan sebelum melakukan prosedur mobilisasi lansia.
Berikut tahap melakukan mobilisasi pada lansia dengan penggunaan kursi roda:
1. Melakukan kontrak kepada lansia : Perkenalkan diri, berikan maksud dan tujuan tindakan mobilisasi, serta informed consent (persetujuan) oleh pasien.
2. Membantu pasien untuk duduk : pegang bahu pasien kemudian tekuk lutut pasien, miringkan lansia ke arah penolong kemudian bantu pasien bangun secara perlahan. Sambil lalu tanyakan apakah pasien pusing ketika bangun dari tempat tidur.
3. Luruskan kaki lansia : Sejajarkan dengan posisi kaki penolong. Perhatikan apakah lansia menggunakan sandal yang licin.
4. Bantu lansia untuk berdiri : tangan penolong di bahu. Kemudian tangan lansia memeluk leher penolong. Instruksikan lansia dalam hitungan ketiga untuk berdiri dengan kaki bertumpu pada bagian yang tidak mengalami kelemahan atau lebih kuat.
5. Memindahkan lansia ke kursi roda : Ketika lansia telah berdiri harap berhenti sejenak sambil lalu tanyakan keadaan lansia apakah mengalami nyeri atau pusing. Putar kaki yang terjauh dari kursi. Instruksikan klien untuk menggunakan lengan bersandar pada kursi untuk topangan. Fleksikan pinggul dan lutut perawat selama menurunkan klien ke kursi.
Pada saat melakukan proses pemindahan lansia dari tempat tidur ke kursi roda, penolong atau perawat harus melakukan tindakan tersebut dengan hati-hati. Dengan persiapan yang matang dan perhatian yang ekstra lansia akan merasa aman dan nyaman ketika melakukan proses pemindahan. Penting untuk selalu mengutamakan kenyamanan dan keselamatan lansia. Hal ini bertujuan untuk menghindari resiko cedera baik pada lansia maupun penolong. Jangan ragu untuk menggunakan alat bantu dan bantuan tambahan jika diperlukan. Dengan mengikuti panduan ini, anda dapat melakukan pemindahan lansia dengan aman dan nyaman serta minim cedera bagi kedua belah pihak.
Penulis : Yusuf Rayhan Sameer (FKp A22)
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)




