NERS NEWS — Surabaya, 28 Juni 2025 — Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada lanjut usia, telah dilaksanakan kegiatan pengkajian keperawatan bertajuk “Implementasi Indeks Barthel sebagai Instrumen Pengkajian Aktivitas Harian Lansia”. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan lansia, keluarga pendamping, kader kesehatan, serta tenaga medis dan paramedis yang menangani langsung pelayanan keperawatan geriatri di tingkat primer.
Indeks Barthel merupakan salah satu instrumen penilaian yang digunakan secara luas dalam dunia keperawatan untuk mengukur sejauh mana tingkat kemandirian seseorang dalam menjalankan aktivitas dasar kehidupan sehari-hari. Indeks ini mencakup sepuluh aspek penting, antara lain kemampuan makan sendiri, mandi, berpakaian, buang air kecil dan besar, serta mobilisasi. Setiap aspek diberi skor tertentu untuk menilai kemampuan lansia, mulai dari yang membutuhkan bantuan total hingga yang sepenuhnya mandiri. Hasil pengukuran ini sangat membantu tenaga kesehatan dalam menyusun rencana perawatan individual yang lebih terarah dan efisien.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan edukasi langsung tentang konsep, manfaat, dan cara penerapan Indeks Barthel dalam konteks pelayanan kesehatan lansia. Narasumber kegiatan berasal dari kalangan akademisi dan praktisi keperawatan gerontik yang telah berpengalaman dalam asesmen fungsional lansia. Salah satu sesi yang paling menarik adalah simulasi pengisian formulir Indeks Barthel, di mana peserta diajak langsung mengamati dan menilai aktivitas lansia secara riil. Metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan keterampilan praktis para tenaga kesehatan maupun keluarga dalam menilai kemampuan harian lansia secara objektif.
Dengan diterapkannya Indeks Barthel secara menyeluruh di fasilitas pelayanan kesehatan, diharapkan pengkajian kebutuhan lansia menjadi lebih sistematis dan terstandarisasi. Tidak hanya membantu dalam penentuan tingkat kemandirian, tetapi juga mendukung penyusunan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Selain itu, partisipasi aktif keluarga sebagai pendamping juga menjadi kunci keberhasilan pemantauan fungsional harian lansia di rumah. Implementasi ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan penuaan populasi, serta mendorong pelayanan kesehatan yang lebih ramah lansia dan berbasis pada kebutuhan nyata.
Penulis : Muhammad Fahmi Aziz
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)




