51动漫

51动漫 Official Website

Ergonomi dan Budaya

Ergonomi adalah studi tentang interaksi manusia dengan teknologi, organisasi dan lingkungan, yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, kesejahteraan dan efektivitas aktivitas manusia. Pentingnya memperhatikan aspek ergonomic dalam merancang suatu sistem atau produk menjadikan dasar pelaksanaan kuliah tamu di Departeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51动漫. Kuliah tamu mengusung topik Cultural Ergonomics: The terms, definitions and benefits yang disampaikan oleh Ts. Dr. Velu Perumal dari Fakultas Rekabentuk dan Senibina, Universiti Putra Malaysia pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.00 WIB.


Cultutral Ergonomics
adalah suatu istilah yang diperkenalkan oleh Alphonse Chapanis. Istilah ini menunjukkan keterkaitan antara safety, product usability, dan adaptation di mana desain atau rancangan suatu sistem atau produk yang mempertimbangkan aspek budaya akan menimbulkan rasa kedekatan pada penggunanya sehingga pengguna merasa nyaman saat memakai sistem atau produk tersebut. Pemahaman tentang konsep cultural ergonomic penting dalam menentukan penilaian dan penerapan perbedaan budaya dalam desain dan evaluasi produk dan sistem. Sehingga, cultural ergonomic berfungsi untuk meminimalkan produk atau sistem yang western-centric. Maksud dari istilah tersebut adalah dalam merancang suatu sistem atau produk, tidak bisa menggunakan rancangan universal karena perbedaan budaya di masing-masing negara, bahkan dalam satu negara juga memiliki beragam budaya seperti di Indonesia. Sebagai contoh, tombol 渙n pada saklar lampu di Indonesia berada di bawah sedangkan di Amerika, tombol 渙n berada di atas.


Selain itu, cultural ergonomic tidak hanya terbatas untuk merancang produk tetapi termasuk merancang untuk lingkungan dengan mengintegrasikan psikologi budaya, antropologi, sosiologi, psikologi lingkungan dan perencanaan kota untuk memfasilitasi kelompok etnis yang beragam. International Standard for HCI and Usability menjabarkan ada empat fitur standar yang berlaku untuk semua produk dan cocok dengan metodologi cultural ergonomic. Keempat fitur tersebut adalah product use in context, user interface and interaction, user-centered process, usability capability. Tujuan dalam cultural ergonomic yang tergambar pada empat fitur tersebut adalah untuk memastikan bahwa metode yang digunakan kompatibel dan valid dalam memunculkan perspektif desain dari pengguna sasaran.

Materi kuliah tamu ini turut mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Golas khususnya pada tujuan ketiga yaitu terkait kesehatan daan kesejahteraan seluruh manusia. Hal tersebut digambarkan dari aspek budaya yang juga diikutsertakan dalam perancangan suatu produk atau sistem agar pengguna dapat memanfaatkannya dengan nyaman sehingga kesehatan dan keseleamatan pengguna dapat terjamin.

 

 

Penulis: Shinta Arta Mulia, S.KM., M.KKK.

AKSES CEPAT