Pengabdian masyarakat menjadi alah satu hal yang digemari untuk dilakukan. Pada tanggal 9 “ 11 Mei, 51¶¯Âþ melakukan kolaborasi pengabdian masyarakat dengan Amerta Kasih. Kegiatan kali ini diikuti oleh beberapa staff pengajar yakni Dr. Abdul Rohim Tualeka, Drs., M.Kes dan Bian Shabri Putri Irwanto, S.KM., M.KKK dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Dr. Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes. dan Arina Mufida, S.KM., M.Epid. Kolaborasi pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMP Negeri 31 Surabaya yang diikuti oleh siswa dengan memberikan materi tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pada hari pertama dilakukan Pengenalan Bencana Pengurangan Risiko Bencana dan materi SPAB. Materi pada hari pertama diberikan oleh Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan. Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan Kajian Risiko Bencana oleh Tim SPAB yang diikuti oleh pimpinan sekolah, guru, karyawan, pembina ekskul, dan di lain tempat dilakukan oleh Petugas PMI diikuti oleh siswa sebanyak 75 orang. Selain itu juga dikenalkan transportasi medis yang biasanya digunakan untuk keadaan darurat / bencana. Pada hari terakhir tanggal 11 Mei dilakukan penyampaian RAS dilanjut dengan simulasi evakuasi mandiri dengan tujuan agar siswa lebih paham bagaimana evakuasi awal dalam keadaan darurat / bencana. Simulasi evakuasi dibuat benar-benar seperti ada bencana, dengan adanya siswa yang menjadi korban dan bagaimana mereka bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dipandu oleh petugas SPAB dan PMI. Simulasi lainnya yaitu pemadaman api yang dipandu oleh petugas pemadam kebakaran.
Kegiatan kolaborasi pengabdian masyarakat ini mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke 11 dengan topik make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable atau bertujuan menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Selain itu tujuan ke 16 promote peaceful and inclusive societies for sustainable development, provide access to justice for all and build effective, accountable and inclusive institutions at all levels atau berupaya menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai (Peace), terwujudnya penegakan keadilan (Justice) dengan menyediakan akses keadilan untuk semua, serta membangun institusi yang tangguh (Strong institutions). Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terkait kebencanaan untuk siswa dan guru di instansi sekolah akan meminimalisir adanya risiko dan dampak besar akibat bencana atau keadaan darurat.
Penulis : Bian Shabri Putri Irwanto, S.KM., M.KKK




