51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Manajemen Risiko Kesehatan Mental dalam Industri Konstruksi

FKM NEWS “ Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51¶¯Âþ terus mendukung upaya universitas untuk internasionalisasi, yaitu dengan mengadakan International Seminar. Salah satu International Seminar yang dilakukan oleh Departemen K3 dilakukan pada 6 September 2023 dengan mengundang 8 narasumber yang merupakan dosen dari berbagai Universitas di luar negeri. Salah satu narasumber yang mengisi pada acara tersebut adalah Associate Professor Riza Yosia Sunindijo MAIB MCIOB dari University of New South Wales, Australia.

Assoc Prof Riza menyampaikan pemaparan dengan topik œMental Health Risk Management in The Construction Industry. Industri konstruksi memiliki dampak baik dari segi ekonomi, sosial, kesejahteraan, lingkungan maupun dukungan untuk industri lain. Terlebih dengan berkembangnya jaman, maka berbagai pihak terus melakukan perbaikan, termasuk infrastruktur. Sehingga industri konstruksi makin marak ditemukan. Berdasarkan data pada pekerja konstruksi di Australia, pekerja konstruksi didominasi oleh laki-laki, di mana tingkat bunuh diri di antara pekerja konstruksi laki-laki sekitar dua kali lipat dibanding pekerja laki-laki lainnya. Hal ini menunjukkan adanya tekanan secara mental bagi pekerja konstruksi. Oleh karena itu perlu adanya manajemen risiko terkait kesehatan mental bagi pekerja industri konstruksi.

Assoc Prof Riza menyampaikan ada tiga tingkat dalam menjalankan manajemen risiko tersebut, yaitu secara individu, organisasi dan level nasional. Pada level individu, perlu ditingkatkan kesadaran dan pemberian edukasi terkait kesehatan mental serta membudayakan untuk saling mendukung satu sama lain. Pada level organisasi atau perusahaan konstruksi, manajemen risiko dapat ditempuh melalui membaruan teknologi, manajemen menyadari faktor-faktor risiko kesehatan mental, serta menginisiasi dan mengupayakan program-program kesejahteraan mental pekerja. Sedangkan pada level tertinggi, yaitu level nasional dapat dilakukan melalui kampanye kesadaran kesehatan mental, menjadikan proyek-proyek pemerintah sebagai role model serta menyusun atau menetapkan standar dan peraturan terkait kesehatan mental pekerja industri konstruksi.

Manajemen risiko kesehatan mental menjadi perhatian karena juga termasuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan ke 3 yang menyebutkan bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan yang sehat pada semua usia. Hal tersebut berlaku juga terhadap kehidupan yang sehat mental pada semua usia.

Penulis: Shinta Arta Mulia, S.KM., M.KKK., M.GPH

AKSES CEPAT