Sabtu, 30 Agustus 2025 merupakan awal langkah enam mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan 51动漫 dalam misi penting bersama Universiti Kebangsaan Malaysia. Keenam mahasiswa tersebut adalah Tirsa Ruthdita Puspita Sari, Lintang Fitrasasi Maharani, Mercia Meixi, M. Arka Samsul Dzakiy, Ahmad Hasrum, dan Edo Rizky Pratama Rajagukguk. Kedatangan kami ke Negeri Jiran, Malaysia adalah sebagai bagian dari program magang internasional yang berfokus pada pengenalan dan pemanfaatan kekayaan laut sebagai produk berkelanjutan.
Proyek 淏ioplastik dari Makroalga sebagai Produk Berkelanjutan menjadi praktik nyata yang menguji kreativitas, pemahaman teori, serta kepekaan terhadap lingkungan. Kami memilih dua bintang utama yang telah kami remajakan dari ekosistem laut, yaitu alga merah dan alga hijau. Proyek ini membawa kami untuk mengungkap potensi kedua biota ini menjadi bahan baku bioplastik yang ramah lingkungan. Tidak hanya belajar cara pembuatannya, tapi kami juga diajak untuk memahami perbedaan teknik dan karakteristik yang dihasilkan oleh masing masing alga.
Melalui studi literatur, kami memfokuskan esktraksi kandungan karagenan dan agar yang potensial dari alga merah. Karagenan dan agar merupakan polisakarida yang dapat berfungsi sebagai 減erekat alami. Melalui serangkaian proses pemilihan, pre-treatment, ekstraksi, pencampuran plasticizer, hingga pengeringan kami berhasil mengubah alga merah menjadi bioplastik yang kokoh, kuat, dan lebih tahan panas.
Berbeda dengan alga merah, kami memfokuskan ekstraksi kandungan ulvan yang terkandung dalam alga hijau. Menurut studi literatur, polisakarida ini dapat memberikan karakteristik yang lebih lentur dan transparan. Melalui berbagai proses yang hampir mirip dengan alga merah, kami berhasil mendapatkan bioplastik yang lebih fleksibel.
Pendekatan ini mengajarkan kami bahwa setiap alga memiliki kandungan dan karakteristik berbeda yang dapat diolah menjadi produk dengan fungsi yang berbeda pula. Puncak dari proyek ini adalah ketika kami bereksperimen untuk mengubah bioplastik tersebut menjadi produk kreatif berupa gantungan kunci. Hal ini menjadi cara kami dalam mengkolaborasikan ilmu pengetahuan dengan seni, membuktikan bahwa inovasi tidak hanya fungsional namun juga artistik.
Kegiatan ini telah membuka mata kami terhadap besarnya potensi yang dimiliki oleh biomaterial laut. Harapannya, hasil proyek kami yang merupakan bagian dari magang internasional ini dapat menjadi langkah awal masa depan yang lebih hijau. Tidak hanya menjadi sumber pangan, lautan dapat dimanfaatkan sebagai sumber inovasi berkelanjutan.




