FTMM NEWS – Tim peneliti Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair Surabaya, kembali berhasil menciptakan inovasi. Kali ini, mereka membuat perangkat monitoring cuaca dan kualitas udara dengan sistem internet of things (IoT). Namanya AIRFEEL. Inovasi tersebut juga telah mendapatkan paten hak kekayaan intelektual (HKI).
Ketua Tim Peneliti Prisma Megantoro mengatakan, AIRFEEL adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur suhu, kelembapan udara, tekanan udara, kecepatan angin, dan curah hujan. Alat tersebut dilengkapi tujuh sensor udara yang digunakan untuk mengukur polusi. 漇eperti ozon, CO2, CO, hidrogen, metana, dan lainnya, katanya.
AIRFEEL dilengkapi dengan stasiun lapangan yang terdiri atas sensor-sensor dan kontroler yang hasil pengukurannya akan diunggah ke internet server dan base station untuk disimpan. 滻novasi ini ada empat seri, ujarnya.
Seri pertama dibuat sejak 2020. Kemudian dikembangkan hingga seperti saat ini. Pada 2022, seri ketiga mulai dikembangkan. Dalam pengembangan AIRFEEL, ada penambahan sensor untuk mengukur O2, CO2, dan CO.
Bahkan, produk inovasi tersebut sudah dimanfaatkan di Sumenep, Madura. 漃ada versi keempat, kami akan mengembangkan lebih luas lagi. Ke depan dilengkapi dengan versi android dan hardware, imbuhnya.
Prisma menuturkan, AIRFEEL sangat dibutuhkan untuk mengetahui cuaca dan kualitas udara. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari fenomena alam yang terjadi. Khususnya di Surabaya. 滻ni penting untuk mengetahui kualitas udara di lingkungan kita. Percobaan pertama kami lakukan di Unair Kampus C, ujarnya.
AIRFEEL, lanjut dia, juga dapat digunakan oleh kalangan akademisi, mahasiswa, masyarakat, maupun industri untuk mengetahui cuaca dan kualitas udara di berbagai lokasi.(and)
Sumber: https://www.jawapos.com/surabaya/25/01/2023/airfeel-beri-manfaat-inovasi-terbaru-ftmm-unair-surabaya/




