FTMM NEWS – Rafie Ananta, mahasiswa Program Studi Teknologi Sains Data Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin 51动漫, memberikan karya terbaiknya lewat Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka. Rafie membuat chat bot pintar, dalam divisi Data Science Intern di Bukit Vista, sebuah platform managemen perhotelan yang menghubungkan antara tamu, karyawan dan partner.
Kepada FTMM NEWS, Rafie mengaku kalau proses kontribusi dirinya dalam kegiatan MSIB Bukti Vista cukup panjang. Tahun 2022 lalu, dirinya mengikuti program MSIB yang diselenggarakan dalam Kampus Merdeka 2022 uuntuk memperkaya pengalaman. Sejumlah proses dilalui seperti proses HOO (Hospitality Operation Orientation), di mana Rafie berperan sebagai tim operasional yang mengurus tamu dan partner. HOO adalah sebuah proses penting untuk memperkenalkan operasi bisnis utama yang berjalan di Bukit Vista.
Dari proses HOO, Rafie menyadari betapa sulitnya mencari informasi yang dibutuhkan oleh para tamu. Dari situ, dia mendapatkan sebuah ide proyek yang sangat menarik. Dia berinisiatif untuk membuat sebuah knowledge management yang bisa memberikan tim operasional informasi yang dibutuhkan dalam sekejap. Akhirnya, terciptalah ide untuk membuat OSAI (Operations Supervision Artificial Intelligence). OSAI merupakan sebuat chat bot pintar yang dapat menjawab pertanyaan mengenai informasi-informasi yang kerap ditanyakan oleh tamu, seperti fasilitas properti, prosedur check in dan check out, dan kebijakan-kebijakan umum bagi tamu yang menginap.
Rafie yang ditemani oleh rekan magang nya dari Universitas Diponegoro (Rifqi Novandi), membangun OSAI menggunakan BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers). adalah model pemrosesan bahasa yang kuat yang dikembangkan oleh Google. BERT sendiri memiliki berbagai variasi, salah satunya adalah Roberta-base-squad2 yang mana adalah variasi dari model BERT yang dirancang khusus untuk tugas menjawab pertanyaan.

OSAI mampu memangkas waktu yang digunakan karyawan Bukit Vista untuk mencari informasi, yang biasanya berkisar dari tiga menit hingga satu jam turun menjadi kurang dari 30 detik.
OSAI bekerja seperti chat bot pada umumnya. Saat pengguna (tim operasional) memasukkan pertanyaan dan nama unit, OSAI akan mencari data unit tertentu, termasuk deskripsi iklan, fasilitas, dan informasi properti tambahan. Informasi ini akan digunakan sebagai konteks OSAI untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan pengguna. OSAI menggunakan arsitektur transformatornya untuk memproses bahasa dan memahami hubungan antar kata dalam pertanyaan (analisis semantik). Setelah memproses pertanyaan, OSAI akan mencari konteks yang diambil untuk jawaban terbaik atas pertanyaan tersebut.
Meskipun alat ini sangat membantu, ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dari OSAI. Salah satu nya adalah akurasi dalam memberikan jawaban. Jika informasi yang dicari di luar dari informasi database perusahaan, OSAI kerap memberikan jawaban yang kurang tepat karena OSAI hanya akan memberikan informasi yang akurat jika informasi tersebut sudah ada dalam database Bukit Vista.
Ini lah yang membuat Rafie dan Rifqi berpikir untuk menjadikan OSAI sebagai chat bot yang dapat dilatih untuk menjawab pertanyaan dengan akurat. Ketika OSAI tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, tim Bukit Vista dapat dengan mudah menyimpan informasi yang baru ditemukan di situs web kami dan dapat diakses semua orang di Bukit Vista dan OSAI akan dapat menjawab pertanyaan semacam itu di lain waktu.
Tulisan ini diedit dari artikel yang dibuat oleh Rafie dan Rifqi. Jika Anda tertarik untuk membaca artikel asli nya, silahkan mengunjungi artikel tersebut di blog .(ruz/and)




