51动漫

51动漫 Official Website

[FISIP STATEMENT] Dosen FISIP Bagikan Pengalamannya di Dunia Kepenulisan

SURABAYA揂DM WEB | UNAIR adalah fakultas yang menitikberatkan pada kemampuan menulis. Civitas akademika FISIP UNAIR dituntut untuk mampu menghasilkan karya tulis dan mempublikasinya. Melalui FISIP Statement ini salah satu dosen , I Gede Wahyu Wicaksana, S.IP., M.Si., Ph.D. atau yang akrab disapa Wahyu, membagikan pengalamannya di dunia kepenulisan.

Sebagai dosen Hubungan Internasional, Wahyu tidak menyebut secara spesifik alasan dirinya terjun ke dunia akademik dan menjadi dosen. Namun, saat menjadi dosen, Wahyu dapat mengembangkan dan mengaktualisasi diri dengan menulis. 淭ugas dosen itu kan sesuai tri dharma perguruan tinggi, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi. Dari tanggung jawab untuk meneliti itu lah saya terdorong untuk terus menulis dan menerbitkannya, ujar Wahyu saat diwawancara pada Jumat (5/5/2023) melalui telepon. 

Dalam wawancara, Wahyu menyebut dirinya tidak memiliki target khusus untuk menerbitkan tulisan. Menurut Wahyu, kemampuan seseorang untuk menulis tentu dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya, seperti waktu, tenaga, dan ide. 淏iasanya saya menulis kalau ada ide. Ide yang saya dapat bisa berasal dari observasi, diskui, atau membaca tulisan orang lain, sambung Wahyu. 

Wahyu berpendapat bahwa kemampuan seseorang untuk dapat menerbitkan karya tentu tidak instan. Setiap orang pasti melalui proses yang cukup panjang agar dapat menerbitkan tulisannya di jurnal-jurnal ternama. Kunci dari proses itu sendiri adalah konsisten. 淪emua itu jelas butuh proses, tidak bisa loncat. Percuma ada talenta kalau tidak konsisten, jadinya ya sia-sia. Kita dapat memulai dari hal-hal yang kecil dulu, yang penting mencapai target, baru buat target baru ke depannya, ujar dosen HI yang pernah menempuh pendidikan di University of Western Australia.

Selain membagikan pengalamannya di dunia kepenulisan, Wahyu juga memberikan pandangannya terkait rendahnya minat lulusan yang ingin terjun ke dunia akademik. Menurut Wahyu, masalah rendahnya minat lulusan itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di luar negeri. 淚tu masalah klasik yang sudah ada dari lama. Kalau kita realistis saja, tentu kita mau kerja dengan gaji besar tanpa repot-repot sekolah sampai S3, kan? Setiap orang pasti menginginkan apresiasi material, tinggal pilihan ada di tangan masing-masing, terang Wahyu.

Sebagai penutup, Wahyu berpendapat bahwa setiap mahasiswa FISIP harus memiliki kemampuan menulis yang baik. Kemampuan menulis menjadi identitas mahasiswa FISIP. “Menulis itu menjadi ruh atas ide-ide yang dimiliki mahasiswa. Jadi, kalau ada mahasiswa FISIP yang tidak bisa menulis, menurut saya itu tidak legitimate. Minimal setiap mahasiswa bisa menerbitkan satu artikel di jurnal nasional, kalau bisa international, ” tutup Wahyu.

Artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke-4 Quality Education (AS)

AKSES CEPAT