51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswi FISIP Ciptakan Inovasi Pembelajaran Digital Ilmu Sejarah

SURABAYA揂DM WEB | Eka Suci Rohmadani, mahasiswi sekaligus ketua dari LaskarHistory sebagai bentuk inovasi pembelajaran, berhasil lolos pembinaan rektorat Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM). Eka tidak sendiri, ia dibantu oleh beberapa rekannya, yaitu Ananda Islami Auliya Putri dari Administrasi Publik, Siti Musrifah dari Administrasi Publik, dan Ridha Dinda Fadhilah dari .听

adalah lomba yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital mahasiswa di mana penyelenggaranya adalah Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kemendikbudristek-RI yang menjalin kemitraan dengan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai tuan rumahnya. 

Divisi LIDM sendiri ada lima, yaitu Inovasi Teknologi Digital Pendidikan, Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan, Video Digital Pendidikan, Poster Digital Pendidikan, dan Microteaching Digital. Eka bersama rekan-rekannya memutuskan untuk mengikuti LIDM divisi Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan. Eka menuturkan bahwa ia tidak memiliki alasan spesifik mengenai alasannya memilih divisi tersebut. Menurut Eka, keputusannya didorong oleh rasa ingin tahu mengenai inovasi teknologi pendidikan.

Eka bersama rekan setimnya mengajukan inovasi berjudul 淚NOTIF (Inovatif Kreatif): Aplikasi Berbasis Pendidikan dalam Kolaborasi. 淧roduk dari INOTIF berupa virtualhistory.id di mana produk itu hasil perimbangan dan masukan anggota kelompok. Fungsi dari virtualhistory.id adalah memberikan pendidikan sejarah berbasis digital secara menyenangkan, terang Eka dalam sebuah wawancara pada Jumat (5/5/2023).

Sebuah produk yang diciptakan tentu harus memiliki tujuan. Menurut mahasiswi ini, tujuan dari diciptakannya virtualhistory.id ada empat, antara lain (1) meningkatkan kesadaran dan kemampuan melek digital siswa, pendidik, dan akademisi Indonesia, (2) Meningkatkan interaksi pembelajaran Ilmu Sejarah secara daring atau online oleh siswa, (3) Mendorong pembelajaran siswa secara mandiri, dan (4) Mendorong hasil kegiatan belajar ilmu sejarah secara kognitif.

Di akhir wawancara, Eka juga membagikan persiapannya dan harapannya ke depan. 淜ami tentu diharuskan untuk membuat PPT sebagai bahan presentasi. Di samping itu, kami terus latihan beberapa kali agar lancar saat presentasi dan tidak berbelit sehingga dapat meyakinkan dewan juri. Harapannya sih semoga inovasi kami dapat direalisasikan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, terutama pendidikan, pungkas Eka. 

Artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke-4 Quality Education (AS).  

AKSES CEPAT