51

51 Official Website

Soroti Pemilu Thailand dan Turki, Departemen Ilmu Politik Adakan International Webinar

SURABAYA ADM WEB|Departemen Ilmu PolitikUNAIR berkolaborasi dengan Prince of Songkla University mengadakan International Webinar bertajuk Reflection on 14 May Election: Thailand and Turkey at a Crossroads dengan mengundang duakeynote speaker, Prof. Dr. Duncan McCargo, seorang Director of The Nordic Institute of Asian Studies (NIAS) University of Copenhagen dan Prof. Dr. Gul Kurtogulu Eskisar dari Dokuz Eylul University. Kegiatan yang dilakukan pada Selasa (30/05/2023) tersebut menyoroti tentang perbedaan penyelenggaraan pemilihan umum di Thailand dan Turki dari segi mekanisme, partai dan kandidat, hingga dinamika yang berlangsung.

Di Thailand, partai-partai membawakan berbagai isu untuk menarik dukungan dari masyarakat. Namun, hanya satu partai dengan kekuatan militer yang berhasil untuk memperoleh suara mayoritas. Move Forward sebagai salah satu partai militer di Thailand yang memiliki suara terbesar dari kelompok Gen-Z dan pemilih pemula. Partai ini berfokus pada problematic issues seperti LGBTQ, ujar Duncan.

Sementara di Turki, pada Pemilu 2023 Erdogan kembali menang. Menurut Gul, Erdogan merupakan salah satu tokoh kunci di Turki. Erdogan sangat menentukan kebijakan-kebijakan di Turki dan memainkan peran sebagai pivotal political actor, sebutnya.  Namun, pada Pemilu 2023, Erdogan tidak cukup memiliki dukungan karena dihadapkan dengan kegagalannya atas isu ekonomi dan imigran. 

Menurut Gul dalam pemaparannya, Pemilu Turki 2023 menjadi menarik karena terdapat mekanisme aliansi elektoral 2023 sebagai upaya untuk meningkatkan kemungkinan dalam memenuhi ambang batas pemilu dengan mengizinkan partai-partai kecil untuk melakukan penggabungan dengan partai lain sehingga memberikan peluang untuk partai kecil dalam memenangkan pemilu. Melalui upaya tersebut diharapkan  perwakilan di parlemen dapat meningkat.

Setelah keduakeynote speakermenjelaskan terkait mekanisme pemilu di Thailand dan Turki beberapa panelis yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut memberikan pandangannya terkait penyelenggaraan pemilu di kedua negara tersebut memang memiliki perbedaan signifikan, tetapi dominasi satu kandidat dan partai di kedua negara tersebut memang masih kuat. Pemilu Thailand kembali dimenangkan oleh partai militer yang telah mendominasi panggung politik Thailand, sama halnya dengan pemilu di Turki yang kembali dimenangkan oleh Erdogan yang telah menjabat sebagai presiden Turki sejak 2014.

Artikel ini merefleksikan poin ke-16peace, justice, and strong institutions dan poin ke-17 partnerships for the goalsSustainable Development Goals(SDGs) yang dicanangkan PBB.(SA).

AKSES CEPAT