Sekolah Pascasarjana 51动漫 menggelar forum diskusi bertajuk “Membentuk Talenta Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Maju 2045”
Berita UNAIR Pascasarjana, Minggu, 20 Oktober 2024 Sekolah Pascasarjana 51动漫 menggelar forum diskusi bertajuk “Membentuk Talenta Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Maju 2045” pada Jumat, 18 Oktober 2024. Acara ini merupakan tayangan ulang dari Seminar Nasional Milad 1 Abad Yayasan Perguruan Al Irsyad Surabaya (YPAS) dan menghadirkan Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana 51动漫 sebagai narasumber utama. Diskusi ini dipandu oleh Ilham Dianta dari Radio Persada Blitar, dan berlangsung secara daring melalui platform Zoom, dengan tujuan mengupas strategi pengembangan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam forum ini, Prof. Badri mengajak peserta untuk merenungkan perjalanan peradaban dunia dan posisi strategis Indonesia di masa depan. Ia menjelaskan bagaimana hegemoni kekuatan dunia telah bergeser selama ribuan tahun. “Ini adalah sejarah dunia,” jelas Prof. Badri. “China pernah menjadi peradaban dominan selama 5.000 tahun, namun kemudian meredup karena masuknya kekuatan-kekuatan Barat. Belanda menemukan rempah di Indonesia, disusul Inggris dan Amerika Serikat. Peradaban-peradaban yang pernah berjaya akhirnya bergeser karena 榖ig cycle atau siklus besar dalam sejarah. Yang menjadi kunci sukses sebuah bangsa adalah ketahanan dan pendidikan.”
Ia menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga meningkatkan daya saing. Pendidikan yang bagus akan menghasilkan produk unggulan dan inovasi, yang pada akhirnya memperkuat ekonomi nasional. “Jika kita ingin pertumbuhan ekonomi tinggi, maka pendidikan harus menghasilkan SDM dengan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan pergeseran ekonomi China. “Dulu, China hanya memproduksi barang sederhana seperti celurit atau peniti. Sekarang, mereka memproduksi smartphone, mobil listrik, dan berbagai teknologi canggih lainnya. Pada 2019, hanya 5 persen kendaraan listrik dunia berasal dari merek China, tetapi 75 persen komponennya diproduksi di sana, terutama baterai yang merupakan komponen paling mahal,” ungkapnya.

淜alau kita bicara soal Human Development Index (HDI) yang mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup Indonesia hanya tumbuh sebesar 0,187 dalam 32 tahun terakhir, ungkap Prof. Badri. 淰ietnam tumbuh 0,244 persen, sedangkan China bahkan mencapai 0,304 persen. Kita masih tertinggal dalam banyak aspek, termasuk harapan hidup, di mana rata-rata usia orang Indonesia hanya 68,3 tahun.”
Selain itu, ia membahas keterpurukan pendidikan dasar dan menengah Indonesia berdasarkan data PISA (Programme for International Student Assessment) scores. 淣ilai PISA kita, khususnya dalam matematika, membaca, dan sains, masih jauh di belakang negara-negara lain. Ini memprihatinkan. Bagaimana kita bisa bersaing dengan perguruan tinggi top dunia kalau pendidikan dasar dan menengah kita tertinggal? tambahnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan Vietnam terletak pada peran guru sebagai mentor yang aktif membimbing murid. “Guru bukan hanya mengajar, tapi jadi mentor. Hasil pendidikan yang baik bukan hanya karena materi pelajaran, tapi juga karena bimbingan guru yang konsisten.”
Human development index long and healthy life, pengetahuan, standar. Jika Indonesia tumbuh dalam 32 tahun terakhir hanya 0,187 dan Vietnam 0,244% , china 0,304% dari sisi umur Panjang kita ketinggalan rata2 indo 68,3 tahun. Apalagi pendapatan. Kedua Visa , kita melihat data visa skor, . matematika reading sains kita jauh tertinggal, bagaimana masa depan indo kalau pendidikan mendasar menengah jauh, terus gmn cara kita bersaing dengan perguruan tinggi top dunia. Ini jadi perihatin. Kenapa visa skor penting? Menurut roy cd gdp tumbuh 3 persen bila visa skor naik. Bahwa visa skor penting untuk mempreediksi sebarapa bagus ekonomi kedapan. Ada perbedaan ilmu pengetahuan , ada intermediary booth hard science yang membuat orang ini mampu berinovasi. Orang2 dipabrik banyak yang dipecat karena robot, tapi kalo yang basic science nya bagus akan inovatif. Pendidikan menengah hard science penting, agar bisa mengadaptasikan diri untuk bersaing anak-anaknya.
Dalam paparannya, Prof. Badri juga menyoroti persaingan ekonomi global saat ini. “Sekarang, hegemoni Amerika Serikat sedang ditantang oleh China. Di Indonesia, kita punya visi besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045, yaitu mewujudkan negara maju dan berkelanjutan setelah 100 tahun merdeka. Namun, untuk mencapai ini, kita harus bekerja keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 9,21 persen per tahun. Jika tidak ada usaha serius, proyeksi Bappenas hanya menunjukkan pertumbuhan 5 persen.”
Ia juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Indonesia terkait penciptaan lapangan kerja. “Untuk mencapai pertumbuhan lebih dari 5 persen, kita harus menciptakan 3.000 lapangan pekerjaan formal setiap hari. Ini bukan hal mudah, apalagi negara lain juga mengalami stagnasi ekonomi. Vietnam kini menjadi sorotan dunia karena SDM mereka yang sudah unggul,” tambahnya.
Prof. Badri mengajak untuk belajar dari keberhasilan China dalam meningkatkan peringkat ekonominya. “Dalam 20 tahun terakhir, China naik dari peringkat ekonomi ke-99 menjadi peringkat ke-18. Sementara itu, Indonesia stagnan dan tidak pernah beranjak.” Ia menambahkan, China berhasil mengembangkan sektor industri bernilai tinggi dengan fokus pada 10 sektor unggulan, seperti kendaraan listrik dan teknologi baterai. “Para peneliti di China fokus pada 10 industri tersebut, dan ini membuat mereka mampu menghasilkan inovasi besar.”
Prof. Badri menjelaskan bahwa skor PISA sangat penting untuk memprediksi kinerja ekonomi masa depan. Ia mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa setiap peningkatan skor PISA dapat mendongkrak GDP hingga 3%. 淛ika kita tidak memperbaiki skor PISA, masa depan ekonomi kita bisa terancam. Pendidikan hard science, seperti matematika dan sains, sangat penting untuk menciptakan inovasi dan membantu anak-anak beradaptasi dengan perubahan zaman,” lanjutnya.
Potensi yang timbul dari dampak otomatisasi di dunia industri perlu dikhawatirkan. 淏anyak pekerja di pabrik kehilangan pekerjaan karena digantikan robot. Namun, mereka yang menguasai basic science akan lebih mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan ini.
Prof. Badri mencontohkan Vietnam sebagai negara yang berhasil memperbaiki sistem pendidikan dan mencapai kemajuan ekonomi yang signifikan. “Pada tahun 2000, peringkat kompleksitas ekonomi Vietnam berada di urutan ke-93. Sekarang, mereka sudah naik ke peringkat 61, di atas Indonesia. Kenapa bisa? Karena gurunya berkualitas.” Ia memuji sistem pendidikan Vietnam yang menggunakan “stick and carrot system” atau sistem penghargaan dan hukuman untuk meningkatkan kualitas guru.
Kompleksitas ekonomi, Vietnam dahulu 2000 masih 93 sekarang ranking 61 diatas Indonesia . kenapa bisa? Karena guru nya bagus, caliber its teacher qualified berkualitas, diikuti dengan stick and carrot system, kalo kamu gangajar bagus gaji mu dikurangin. Ngajar bagus dinilai dari kinerja siswa. Guru di Vietnam dilihat murid nya bagus atau ga, kalau muridnya bagus sekolah dan guru dapet insentif, pemerintah kota dan pusat mengalokasikan 20persen untuk pendidikan. Matematika nilainya di Vietnam paling tinggi walaupun kekayaan ortu nya seteengah lebih dikit dari orang lain, jadi ini karena guru selalu jadi mentor.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




