Berita UNAIR Pascasarjana, Sabtu,25 Januari 2025 “ Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ kembali menghadirkan program unggulan Airlangga Forum pada Jumat, 24 Januari 2025. Acara bertajuk “Para Pembuka Tabir Misteri: Mengulik Lebih Dalam Ilmu Forensik dan Dinamikanya” ini berlangsung secara daring melalui Zoom, mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Program ini mengundang tiga narasumber inspiratif, yaitu Reinaldy Octavianus Yan Dimpudus, S.Tr.Kep., M.Si (Alumni Ilmu Forensik dan Influencer), AKP Bernadeta Putri Irma Dalia, S.Si., M.Si (Alumni Ilmu Forensik dan Laboratorium POLDA Jawa Timur), serta Dr. Sonny Kristianto, S.Si., M.Si. (Dosen Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana UNAIR). Dipandu oleh Ilham Dianta dari Radio Persada Blitar, acara ini memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan ilmu forensik di Indonesia.
Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih luas tentang peran ilmu forensik dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari penegakan hukum hingga pemanfaatan teknologi modern. Dengan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman praktis dan akademis, diharapkan diskusi ini dapat menginspirasi mahasiswa dan praktisi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu forensik di Indonesia.
AKP Bernadeta Putri Irma Dalia memaparkan bahwa ilmu forensik tidak selalu berhubungan dengan kasus yang melibatkan jenazah, tetapi juga mencakup berbagai bidang seperti kebakaran, dokumen palsu, analisis DNA, dan narkotika. Ia menambahkan bahwa tuntutan pekerjaan di laboratorium forensik mendorongnya untuk melanjutkan studi di program pascasarjana 51¶¯Âþ, yang memiliki reputasi unggul dalam bidang forensik. Studi di UNAIR membantu Bernadeta untuk mengetahui perkembangan ilmu forensik pada skala nasional maupun internasional. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah sangat relevan dan bermanfaat untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, terutama dalam menyelesaikan berbagai masalah forensik.
Reinaldy Octavianus Yan Dimpudus berbagi pandangannya mengenai pentingnya jurusan ilmu forensik untuk individu yang tidak memiliki latar belakang kedokteran tetapi ingin berkontribusi di bidang ini. Ia juga menjelaskan awal mula dirinya menjadi seorang konten kreator dan influencer, yaitu untuk mengedukasi masyarakat tentang dunia forensik yang masih asing bagi banyak orang. Melalui media sosial, ia berusaha membagikan wawasan agar berbagai kalangan dapat memahami fakta-fakta seputar forensik.
Dr. Sonny Kristianto dalam forum diskusi ini juga menyoroti perbandingan perkembangan forensik di Indonesia dan negara maju seperti Amerika Serikat atau Singapura. Ia menjelaskan bahwa di negara-negara maju, teknologi forensik mendukung keamanan yang tinggi, seperti penempatan CCTV yang detail hingga alat canggih untuk mengolah TKP secara 360 derajat. Sementara di Indonesia, alat deteksi forensik lingkungan, seperti untuk menganalisis kerusakan akibat limbah industri, masih sangat terbatas. Ia berharap ke depannya, teknologi tersebut juga dapat diterapkan di Indonesia untuk mendukung pengungkapan kasus lebih efektif.
Melalui forum ini, 51¶¯Âþ juga menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang forensik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga mendorong inovasi teknologi forensik di Indonesia untuk mendukung keamanan dan keadilan yang lebih baik di masa depan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




