Berita UNAIR Pascasarjana, Sabtu,25 Januari 2025 Pada 24 Januari 2025 Suara Muslim Radio Network bekerja sama dengan BPBRIN 51 menyelenggarakan talk show bertajuk Circular Economy dalam Program Makan Bergizi Gratis. Acara yang disiarkan secara langsung melalui jaringan radio Suara Muslim ini menghadirkan para narasumber kompeten, yaitu Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, SE., MSi (Kepala BPBRIN 51), Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si (Wakil Rektor UNAIR Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat), dan Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana 51).
Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Nafik menekankan bahwa program makan bergizi gratis tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal. Beliau menjelaskan bahwa jika program ini diterapkan di berbagai komunitas seperti sekolah, kebutuhan akan bahan makanan seperti ayam, telur, dan beras akan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan di sekitar lingkungan tersebut. Program ini dapat menekan inflasi dengan mempersingkat distribusi atau rantai pasok, sehingga daerah-daerah pedesaan tidak lagi terlalu bergantung pada impor bahan pangan. Ini adalah langkah besar menuju kemandirian pangan nasional, ujar Prof. Nafik.
Sementara itu, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengangkat isu penting mengenai pengelolaan food waste dan food loss yang kerap menjadi tantangan di program-program semacam ini. Menurutnya, banyak makanan yang terbuang sia-sia karena tidak dimanfaatkan dengan baik. “UNAIR siap membantu pemerintah dalam menangani food waste dengan memaksimalkan pengelolaan limbah makanan dan hasil pertanian yang selama ini dianggap tidak bernilai.
Misalnya, melalui produk BPBRIN yang memanfaatkan tulang hewan dan kulit manggis sebagai bahan baku inovatif,” jelasnya. Selain itu, UNAIR melalui program pengabdian masyarakat juga berkontribusi dengan mengedukasi masyarakat dan sekolah-sekolah mengenai pengolahan limbah makanan agar dapat bernilai ekonomi.
Dengan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki, UNAIR siap memanfaatkan limbah makanan serta bahan-bahan sisa lainnya, seperti tulang hewan dan kulit buah, menjadi produk bernilai tinggi. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mendorong inovasi dalam menciptakan produk-produk yang berkontribusi pada ekonomi sirkular. Hal ini menjadi bagian dari komitmen UNAIR dalam mendukung keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pengembangan inovasi keberlanjutan di Indonesia. Dengan dukungan UNAIR sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka, program ini diharapkan mampu memecahkan masalah ketahanan pangan, mengurangi limbah makanan, dan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




