Audiensi ke Pemkab Pasuruan, SPS UNAIR Dorong Inovasi Daerah Berbasis Riset dan Dampak Nyata
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang menuntut daerah lebih selektif dalam pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan justru memilih untuk memperkuat inovasi berbasis riset. Pendekatan ini ditempuh dengan menggandeng dunia akademik agar setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Sekolah Pascasarjana 51动漫 (SPS UNAIR) yang digelar pada Kamis (18/12/2025). Bupati Pasuruan, HM. Rusdi Sutedjo, menyambut langsung delegasi SPS UNAIR dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis.
Pasuruan sebagai Daerah Industri yang Adaptif
Dalam paparannya, Bupati Rusdi Sutedjo menggambarkan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu pusat industri utama di Jawa Timur, dengan lebih dari 2.200 perusahaan yang beroperasi. Di tengah keterbatasan fiskal yang dialami banyak daerah, Pasuruan masih mampu menjaga keberlanjutan pembangunan.
淜ami bersyukur, di tengah efisiensi anggaran ini, Pasuruan masih bisa berjalan dan membangun. Namun, untuk menciptakan lompatan besar, kami membutuhkan inovasi dan peningkatan kapasitas SDM ASN. Di sinilah peran Sekolah Pascasarjana UNAIR menjadi sangat penting, ujarnya.
Sebagai alumnus 51动漫, Bupati menilai kolaborasi dengan SPS UNAIR bukan sekadar kerja sama kelembagaan, melainkan kemitraan intelektual yang strategis bagi penguatan kebijakan daerah.
Riset yang Membumi dan Menjawab Persoalan Nyata
Bupati Rusdi Sutedjo menekankan bahwa riset akademik harus hadir secara kontekstual dan tidak berhenti pada laporan atau publikasi semata. Ia menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang membutuhkan pendekatan ilmiah sekaligus kultural, salah satunya praktik pembuangan popok bayi ke sungai yang masih diyakini sebagian masyarakat sebagai tradisi.
淚ni tantangan edukasi. Kita butuh riset yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga memahami budaya lokal. Jangan sampai penelitian menghabiskan energi, namun tidak memberi dampak nyata, tegasnya.
Selain itu, persoalan limbah peternakan juga menjadi perhatian serius. Di beberapa wilayah Pasuruan, populasi ternak bahkan melampaui jumlah penduduk. Pemerintah daerah telah mulai mengintervensi dengan membeli limbah peternakan untuk diolah menjadi pupuk organik. Namun, diperlukan pemetaan akademik yang presisi untuk menentukan kebutuhan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis potensi di tiap kecamatan.
Sinergi Multidisiplin SPS UNAIR
Menanggapi tantangan tersebut, SPS UNAIR menawarkan kolaborasi multidisiplin yang terintegrasi antara riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Delegasi SPS UNAIR yang dipimpin oleh Wakil Direktur II, Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., dan Wakil Direktur III, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., menegaskan kesiapan institusi dalam mendukung inovasi daerah berbasis data.
Berbagai program kolaboratif disiapkan, mulai dari Summer School, World Immunology Day, hingga International Conference Post Graduate School (ICPS). Secara khusus, Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan SPS UNAIR ditawarkan untuk mengkaji beban biaya kesehatan masyarakat akibat aktivitas industri, sebagai basis penting dalam perumusan kebijakan publik di daerah industri seperti Pasuruan.
Menuju Kerja Sama Berkelanjutan
Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang direncanakan pada Januari 2026. Kolaborasi ini menjadi penanda bahwa pembangunan daerah ke depan tidak semata diukur dari serapan anggaran, melainkan dari kemampuan sains dan riset dalam menjawab persoalan riil di tingkat akar rumput.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Satuan Penjaminan Mutu SPS UNAIR, Prof. Dr. Nunuk Dyah Retno Lastuti, drh., serta perwakilan pimpinan program studi, antara lain Dr. Fachruddin Mudzakkir (mewakili KPS Doktor Pengembangan SDM) dan Dr. Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa (KPS Magister Ekonomi Kesehatan).
Dari ruang audiensi di Kabupaten Pasuruan, tersampaikan pesan kuat bahwa pembangunan berkelanjutan lahir dari keberanian berinovasi, kerendahan hati untuk belajar, dan kemitraan erat antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




