51动漫

51动漫 Official Website

Cak Nun di Jantung Multidisiplin UNAIR: Ketika Refleksi Hadir di Ruang Baca Pascasarjana

Sebuah momen sarat makna berlangsung di Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) pada Senin, 21 Juli 2025. Dalam suasana akademik yang hangat dan penuh refleksi, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., selaku Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, secara simbolis menyerahkan buku 72 Tahun Cak Nun kepada Rektor 51动漫, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin. Penyerahan ini turut disaksikan oleh M. Syafiudin, S.E., mahasiswa Magister Sains Hukum dan Pembangunan.

Pada hari yang sama, buku tersebut juga diserahkan ke Ruang Baca Sekolah Pascasarjana UNAIR sebagai bagian dari koleksi pustaka yang memperkaya referensi intelektual. Buku tersebut diterima langsung oleh Kepala Ruang Baca, Moh. Rizqy Aprilyawan, Amd.Lib.


Buku yang Menyuarakan Refleksi dan Kemanusiaan

Buku 72 Tahun Cak Nun bukan sekadar kompilasi tulisan peringatan ulang tahun. Ia hadir sebagai ruang kesaksian antarmanusia攄ari teman dekat, sahabat, hingga para pejalan sunyi攜ang pernah bersinggungan dengan sosok Emha Ainun Nadjib. Melalui narasi-narasi mendalam, pembaca diajak untuk bercermin, merenungi wajah diri sendiri, relasi sosial, realitas kebangsaan, hingga arah perjalanan kenegaraan.

Sebagai reflektor kolektif, buku ini menjadi sarana perenungan dan penyeimbang nalar, terutama di tengah pusaran informasi cepat yang sering kali menanggalkan dimensi kemanusiaan.


Relevansi dengan Semangat Multidisiplin Pascasarjana

Penyerahan buku ini memiliki makna simbolis yang mendalam bagi Sekolah Pascasarjana UNAIR. Dengan sembilan program studi lintas disiplin, sekolah ini menempatkan refleksi multidimensional sebagai elemen penting dalam mengurai kompleksitas zaman. Buku 72 Tahun Cak Nun攄engan kandungan pemikiran lintas spektrum攄iharapkan menjadi stimulan intelektual bagi para mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam mengembangkan sudut pandang yang lebih holistik.

Tak hanya itu, keterlibatan Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., Rektor UNAIR dua periode (20152020 dan 20202025), sebagai salah satu kontributor penulis, semakin mempertegas bobot intelektual buku ini. Pemahaman beliau terhadap isu-isu akademik, sosial, dan kebangsaan menjadikan karyanya sangat relevan bagi civitas akademika UNAIR.


Buku sebagai Undangan Reflektif

Bersamaan dengan buku 72 Tahun Cak Nun, beberapa judul lainnya juga turut diserahkan untuk melengkapi koleksi Perpustakaan Fakultas Hukum UNAIR. Namun, penambahan ini bukan sekadar soal kuantitas koleksi. Lebih dari itu, ia menjadi sebuah undangan terbuka bagi civitas akademika UNAIR untuk merenung, berdiskusi, dan memperluas cakrawala berpikir dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui buku-buku seperti ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR terus menegaskan identitasnya sebagai rumah ilmu yang tak sekadar membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga mengasah kepekaan nurani dan kedalaman refleksi.

馃摎 Karena di tengah riuh rendah dunia, refleksi tetaplah menjadi jangkar yang menjaga arah langkah.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT