51

51 Official Website

Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Pesantren, Gapai Pasar Halal Global! 🌍

Surabaya, 56 Mei 2025 Pesantren kini tak hanya menjadi pusat pendidikan keislaman, tapi juga memiliki potensi luar biasa sebagai penggerak utama ekonomi syariah nasional dan global. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Workshop One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur 2025, yang berlangsung selama dua hari di Surabaya.

Workshop ini mempertemukan berbagai elemen strategisakademisi, pengusaha, dan pemangku kebijakanuntuk mendorong transformasi pesantren dalam membangun ekosistem ekonomi halal berbasis digital dan inovatif.

Potensi Besar: 4,3 Juta Santri, 37 Ribu Pesantren

Indonesia memiliki lebih dari 37.000 pesantren dan 4,3 juta santri, menjadikannya kekuatan sosial-ekonomi yang tidak bisa diabaikan. OPOP hadir sebagai langkah konkret dalam menjadikan pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis produk halal, kewirausahaan, dan digitalisasi.

Dalam forum ini, berbagai strategi dibahasdari penguatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi bisnis pesantren, hingga pengembangan produk unggulan yang mampu menembus pasar halal global.

Akademisi Turun Gunung: Sinergi Ilmu dan Aksi

Salah satu poin penting dalam workshop adalah peran aktif perguruan tinggi. Akademisi tidak lagi hanya berada di menara gading, melainkan hadir sebagai problem solver yang menawarkan solusi konkret bagi pengembangan pesantren. Pendekatan riset terapan, pelatihan berbasis kebutuhan, dan pendampingan usaha menjadi kunci keberlanjutan program OPOP.

Saatnya Pesantren Menjadi Pusat Inovasi Ekonomi Syariah

Dengan dukungan lintas sektor, pesantren dapat menjadi motor inovasi ekonomi syariah berbasis kreativitas, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Ini bukan hanya soal pemberdayaan, tetapi juga langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat dan memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi halal dunia.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT