ŽBerita UNAIR Pascasarjana, Selasa, 16 April 2025 “ ŽPemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi mengukuhkan tim penguatan dan pengembangan program Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (Eko-Tren) One Pesantren One Product (OPOP) untuk periode 2025“2030. Pengukuhan ini menjadi momen penting, sekaligus penanda kesiapan program ini melangkah lebih besar, bahkan hingga ke pasar ekspor.
ŽAcara yang digelar di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Senin (15/4/2025), tidak hanya dihadiri oleh perwakilan pesantren, tetapi juga melibatkan akademisi, lembaga keuangan, dan tokoh masyarakat. Salah satu sorotan adalah kehadiran Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum, Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana UNAIR, yang turut dikukuhkan sebagai bagian dari tim EKO TREN OPOP pada bidang perencanaan dan penyelarasan.
ŽHAKI dan Legalisasi Merek: Modal Besar untuk Ekspansi
ŽGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merek Eko-Tren OPOP oleh Kanwil Kemenkumham Jatim menjadi tonggak strategis. “Dengan HAKI ini, kita punya brand yang sah. Artinya, produk-produk OPOP bisa lebih leluasa dipasarkan, bahkan untuk ekspor,” ujar Khofifah, Rabu (16/4/2025).
ŽIa menambahkan, ekosistem OPOP terus menunjukkan perkembangan signifikan, didorong oleh tiga pilar utama:
Ž1. Santripreneur (wirausaha santri),
Ž2. Pesantrenpreneur (unit usaha pesantren), dan
Ž3. Sosiopreneur(alumni dan masyarakat sekitar).
Ž”Ketika pesantren berdaya secara ekonomi, lingkungan sekitarnya juga ikut sejahtera,” tegasnya.
ŽKolaborasi Pentahelix: Dari Pelatihan hingga Sertifikasi Halal
ŽSekretaris Daerah Jatim sekaligus Ketua Tim Eko-Tren OPOP, Adhy Karyono, memaparkan bahwa rakor ini juga menjadi ajang konsolidasi dengan berbagai pihak. “Hadir 220 peserta, termasuk 150 perwakilan pesantren penerima bantuan 2025 dan 20 alumni terbaik sejak 2019,” jelasnya.
ŽProgram ini telah membina:
Ž- 590.920 santrimelalui pelatihan kewirausahaan,
Ž- 1.210 pesantrenpreneur, dan
Ž- 1.790 sosiopreneur.
ŽDukungan kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media) juga semakin kuat. Mulai dari sertifikasi halal, pelatihan coding, pengelolaan keuangan syariah, hingga desain kemasan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
ŽPeran Akademisi: UNAIR Dukung Pengembangan SDM
ŽKeikutsertaan Prof. Suparto Wijoyo dari Sekolah Pasacsarjana UNAIR dalam tim penguatan OPOP menegaskan peran akademisi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren. Pendampingan berbasis riset dan pengembangan SDM akan jadi fokus.
ŽProduk OPOP Siap Ekspor
ŽDi akhir acara, dilakukan penyerahan simbolis HAKI merek Eko-Tren OPOP, menandai kesiapan produk-produk unggulan pesantren seperti kerajinan, makanan halal, dan produk kreatif lainnya untuk bersaing di tingkat global.
Ž”Produk OPOP sudah terbukti berkualitas dan siap ekspor. Semoga upaya ini diridhoi Allah SWT,” tutup Adhy.
ŽDengan legalitas merek dan kolaborasi multisektor, Eko-Tren OPOP Jatim siap menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang berkelanjutan.
ŽFollow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




