51

51 Official Website

Eri Cahyadi, Walikota Surabaya Bagikan Kiat dan Pesan Lebaran, Ranah Publik,

Eri Cahyadi, Walikota Surabaya Bagikan Kiat dan Pesan Lebaran, Ranah Publik, Jumat (28/3/25)

Berita UNAIR Pascasarjana, Jumat, 28 Maret 2025 Sebentar lagi umat muslim akan menyambut Idul Fitri 1446 H setelah melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan. Pada kesempatan ini, walikota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST., MT., beserta istri membagikan kiat-kiat menyambut lebaran melalui platform Suara Muslim TV pada Jumat (28/3/25).

Sebagai walikota Surabaya, Eri Cahyadi membuka acara dengan menitipkan pesan kepada para pemudik yang hendak meninggalkan kota Surabaya senantiasa berhati-hati di perjalanan. Apabila merasa lelah di jalan sebaiknya berhenti sebentar untuk beristirahat. Selain itu juga senantiasa menjaga silaturahmi dengan keluarga.

Pada lebaran kali ini Eri Cahyadi sekeluarga menunda liburan untuk menjaga Kota Surabaya selama masa lebaran. Rini Indriyani, S.Farm., Apt., istri Eri Cahyadi mengungkapkan bentuk pengorbanan walikota terhadap warganya. Mereka memilih menghabiskan waktu bersama keluarga di Surabaya.

Eri Cahyadi menunjukkan kepeduliannya tidak hanya kepada warga Surabaya tetapi juga kepada keluarga. Ia membagikan pengalaman ketika melakukan itikaf bersama keluarga selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ia mengajak anak-anak beserta istri untuk bermalam di masjid dekat rumahnya. Ia selalu berpesan kepada anak-anaknya bahwa semua masalah dapat terselesaikan dengan ikhtiar dan ridha Allah.

Kita tidak bisa menyelesaikan masalah apapun dengan kekuatan dan kepandaian kita. Yang bisa kita selesaikan adalah ikhtiar menggunakan ilmu, kesehatan, kekuatan, dan pikiran kita. Tapi bagaimanapun semua akan kembali kepada ridha-Nya Allah. Jadi, kalau kita tidak bisa memiliki sebuah kedekatan dengan Allah, jangan pernah berharap hidup kita akan jadi baik, tutur Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi juga mengunjungi makam abahnya seperti budaya masyarakat pada umumnya ketika lebaran, yaitu mengunjungi makam orang tersayang. Eri Cahyadi tidak hanya memanjatkan doa tetapi juga mengenang memori selama abah masih hidup. Kenangan-kenangan itu lah kemudian menjadi pesan Eri kepada anak-anaknya bahwa kalau ingin hidup sejahtera senangkan dulu orang tua dengan ikhlas.

Ketika menghadapi ujian sebagai walikota seperti mendapat fitnah dan hal buruk lainnya, Eri Cahyadi selalu menyerahkan kepada Allah. Di sisi lain, peran istri sangat penting seperti melakukan komunikasi dan mendukung suami. Eri berprinsip bahwa ia tidak akan mundur ketika melakukan pekerjaan yang sesuai dengan akidah agama dan dasar negara Pancasila.

Di akhir acara, Eri Cahyadi kembali berpesan kepada warga Surabaya untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Saling membantu kepada tetangga yang kekurangan dengan ikhlas. Kedua, ia menyampaikan bahwa manusia harus mengingat kematian. Di bulan Ramadhan ini hendaknya menjadi momen berbagi kepada sesama manusia.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT