51

51 Official Website

Indonesia Darurat Makanan Sehat: Ancaman Tersembunyi di Balik Kelezatan

Surabaya, 26 September 2025 Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) kembali menghadirkan Airlangga Forum 244 dengan tema Indonesia Darurat Makanan Sehat, Benarkah?. Forum ini membuka mata publik tentang fakta mencemaskan: obesitas dan diabetes kini tidak hanya mengancam lansia, tetapi juga anak-anak dan remajagenerasi penerus bangsa.

Paradoks di Balik Kenikmatan Rasa

Kemudahan akses makanan, terutama produk cepat saji, menciptakan paradoks kesehatan. Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, drg., M.Kes., Koordinator Program Studi Magister Imunologi UNAIR, menegaskan bahwa makanan lezat di mulut tidak selalu baik bagi tubuh.
Makanan yang kita rasakan enak di mulut, belum tentu enak untuk tubuh kita, ungkapnya.

Ia menyoroti bahwa kesehatan dan imunitas merupakan fondasi utama pembentukan sumber daya manusia unggul. Namun, pilihan makanan yang salahsering kali tersembunyi di balik kenikmatanjustru perlahan merusak fondasi tersebut.

Ancaman Ganda: Bahan Kimia dan Gaya Hidup

Prof. There menambahkan bahwa bahan alami pun bisa menjadi tidak sehat akibat intervensi kimia. Mungkin dari cara mempertahankan supaya tidak dimakan binatang, disemprot dengan bahan kimiawi. Kemudian ketika masak, ditambah bumbu-bumbu kimiawi karena memang bahan kimiawi biasanya enak, jelasnya.

Pengamatan ini diperkuat oleh Dr. dr. Arif Rahman Nurdianto, M.Imun., M.H., Kepala Puskesmas yang juga akademisi UNAIR. Menurutnya, obesitas bukan sekadar masalah berat badan, melainkan pintu masuk menuju penyakit kronis lain seperti diabetes mellitus, gangguan kardiovaskular, hingga gagal ginjal.

Fast Food vs Junk Food: Luruskan Pemahaman

Dr. Ni Luh Ayu Megasari, S.Gz., M.Ked., dosen Magister Imunologi UNAIR, menekankan pentingnya meluruskan istilah. Tidak semua makanan cepat saji (fast food) otomatis tergolong makanan tidak bergizi (junk food).
Junk food, yang tinggi kalori tetapi rendah gizi, dikategorikan sebagai ancaman kesehatan, terutama ketika dikonsumsi secara berlebihan, terangnya.

Ia menegaskan, konsumsi junk food jangka panjang, terutama di kalangan usia muda, menjadi pemicu utama lonjakan kasus kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Kondisi ini ironis, karena generasi muda adalah aset berharga bangsa di masa depan.

Puskesmas: Garda Terdepan Pencegahan

Menyikapi permasalahan tersebut, Dr. Arif Rahman menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas kesehatan. Puskesmas, menurutnya, adalah benteng terdepan yang menyediakan konsultasi gizi gratis.
Kalau di Puskesmas itu selalu ada ahli gizinya, itu gratis. Teman-teman cukup menunjukkan kartu BPJS, bahkan KTP saja juga bisa, jelasnya.

Dengan langkah preventif ini, masyarakat dapat memperoleh informasi gizi akurat dari sumber terpercaya, sekaligus menghindari risiko kesehatan akibat pola konsumsi yang salah.

Menuju Indonesia Sehat dan Tangguh

Diskusi ini menegaskan bahwa darurat makanan sehat adalah isu nyata yang harus direspons segera. Sinergi antara edukasi, gaya hidup sehat, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan diharapkan mampu melindungi generasi muda Indonesia, memastikan mereka tumbuh sebagai sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing global.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT