51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Membangun Napas Kebaharuan Dunia dari Sekolah Pascasarjana UNAIR

Surabaya, 26 September 2025 “ Semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang lahir di Bandung tujuh dekade silam kini menemukan napas kebaharuan di kampus 51¶¯Âþ (UNAIR). Bertempat di Ruang Kuliah Internasional 1 Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR, rapat koordinasi digelar untuk membedah capaian dari berbagai forum internasional bidang 3 sekaligus mematangkan kesiapan UNAIR dalam menyambut konsorsium internasional bertajuk œ70 Years Spirit Bandung “ Asia Africa Conferences.

Acara pada Jumat (26/9/2025) ini menghadirkan jajaran Sekolah Pascasarjana UNAIR, termasuk Wakil Direktur 3, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., panitia ICPS 2025, serta perwakilan unit-unit di bawah bidang 3. Turut hadir Yuliati Umrah, pendiri Yayasan ALIT, yang berbagi pengalaman inspiratifnya.

UNAIR Siap Jadi Tuan Rumah Konsorsium Internasional

Pertemuan ini menjadi penanda kesiapan UNAIR sebagai salah satu tuan rumah konsorsium yang akan berlangsung pada 30“31 Oktober 2025 di dua lokasi, yakni Kampus IPDN Bandung dan Sekolah Pascasarjana UNAIR Surabaya.

Semangat kemandirian dan pemberdayaan kembali digaungkan, menegaskan bahwa nilai-nilai Bandung 1955 tetap relevan di tengah dinamika global saat ini.

Semangat Kemandirian dan Pemberdayaan

Dalam forum Rise of Asia di Prancis pada Maret 2025, lebih dari 60 universitas dan lembaga internasional menegaskan pentingnya kemandirian, kesetaraan, dan solidaritas. Bagi UNAIR, forum tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan perjuangan nilai-nilai Bandung.

œDengan semangat collaborative leadership, kami siap menjadi tuan rumah perhelatan ini. Forum ini bukan sekadar pertemuan akademis, melainkan platform untuk membangun kesadaran baru demi tatanan dunia yang lebih baik, ujar Prof. Suparto Wijoyo.

Salah satu materi paling menggugah dibawakan oleh Yuliati Umrah dari Yayasan ALIT Indonesia. Ia memperkenalkan kearifan lokal seperti Pranata Mangsa dan Hasta Brata sebagai solusi nyata dalam menjawab tantangan global.

Melalui program Dewa Dewi Ramadaya yang berjalan di 14 desa, Yayasan ALIT berhasil menghidupkan kembali tradisi bertani, membatik, menenun, hingga keterampilan dasar lain. Lebih dari 1.000 remaja terlibat, dan produk mereka kini telah menembus pasar internasional.

Harapan untuk Kaum Muda Dunia

Hampir 60 persen populasi dunia saat ini didominasi kaum muda berusia 19“44 tahun. Namun, dunia menghadapi paradoks: angka pengangguran tinggi, kelangkaan tenaga kerja sektor pertanian, serta meningkatnya penyakit kronis akibat pola makan tidak sehat.

Prof. Suparto menekankan peran penting Indonesia.
œSebagai pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika dan calon kekuatan ekonomi keempat terbesar dunia pada 2050, Indonesia memiliki tanggung jawab besar. Pengalaman kita dalam mengelola sumber daya alam pascakolonialisme sangat berharga untuk dibagikan, tegasnya.

Menuju Deklarasi Airlangga

Diskusi ini ditutup dengan komitmen menuju œDeklarasi Airlangga, sebuah seruan dari UNAIR agar dunia menempatkan kaum muda sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek pembangunan.

Deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak baru bahwa pemuda adalah napas kebaharuan dunia, penerus semangat Bandung yang relevan untuk menghadapi tantangan global di abad ke-21.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT