Perkuat Masyarakat Tangguh Bencana di Jawa Timur BNPB gandeng SPs UNAIR
Berita UNAIR Pascasarjana,Kamis 27 Maret 2023 – Gubernur Jawa TimurIndar Parawansa menekankan pentingnya gotong royong wujudkan desa tangguh untuk menekan resiko bencana.
“Ketangguhan itu akan membentuk resiliensi. Dimana pada upaya juga diperlukan sosialisasi, edukasi dan pelatihan secara masif,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).
Gotong royong dapat diwujudkan apabila masyarakat mendapatkan pelatihan, edukasi dan sosialisasi berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana. Sebab ini merupakan pelajaran dan upaya berkelanjutan dari lini paling bawah.
“Jadi tidak hanya dapat sekali pelajaran lalu selesai. Tapi ini adalah bekal bagi kita semua untuk mengantisipasi jika terjadi bencana,” katanya.
Oleh karenanya, timdi masing-masing kabupaten/ kota diharapkan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada titik-titik yang berpotensi rawan bencana. Kegiatan sosialisasi, edukasi dan pelatihan harus dilakukan sesering mungkin. Mengingatmerupakan wilayah Ring of Fire.
“Kalau kegiatan ini rutin, ketika bencana datang kita akan lebih siap dan sigap dalam bertindak,” tegas Khofifah.
Khofifah berharap bahwa budaya tangguh bencana akan muncul di masyarakat. “Ini akan berdampak pada pengurangan resiko bencana. Sehingga, mewujudkan budaya tangguh bencana di masyarakat menjadi penting,” tukasnya.
Khofifah menjelaskan, Indonesia pada tahun ini diperkirakan merupakan tahun netral pasca La Nina (basah). Namun, masih dimungkinkan terjadi EI Nino (kering) dengan intensitas rendah sehingga harus diwaspadai dampaknya.
Potensi El-Nino yang akan melanda Indonesia perlu kita waspadai bersama. Selain memicu kekeringan, minimnya curah hujan yang terjadi juga akan meningkatkan jumlah titik api, sehingga rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, jelasmya.
Menurut Khofifah perlu langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi bencana kekeringan, terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Antisipasi dilakukan secara bersama-sama dan komprehensif.
Jangan cuma sesaat, tapi antisipasi harus komprehensif dan dilaksanakan bersama-sama, kata Khofifah.
Sejalan dengan semangat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa yang juga merupakan ketua IKA UNAIR, BNPB pada jumat 15 april 2023 bertempat di ASEEC tower Dirrektur Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Dit. PPSE dan SDA) melakukan kerjasama dalam hal Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktifitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan 51 Prof. Rudi Purwono, Wakil Direktur Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Internasionalisasi dan Digitalisasi, Dr. Arief Hargono, Koordinator Program Studi Magister Manajemen Bencana ( ), Dr. Ni Made Sukartini, Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan ( ) dan Perwakilan BNPB dan BPBD Jawa Timur.
Dilansir dari laman bnpb.go.id, Rapat ini merupakan salah satu rangkaian proses kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh Dit PPSE dan SDA BNPB dengan melibatkan Tim Pelaksana dari Sekolah Pascasarjana UNAIR selain dari laporan pendahuluan, koordinasi dengan pemerintah daerah, sosialisasi program, pemberian stimulan hingga laporan akhir pelaksanaan kegiatan.
Direktur PPSE dan SDA, Eny Supartini mengatakan bahwa kegiatan PE dan P4SDAL merupakan kegiatan Prioritas Nasional dalam rangka memulihkan kondisi sosial, ekonomi dan sumber daya alam serta lingkungan bagi masyarakat “Kegiatan PE dan P4SDAL adalah wujud nyata bahwa negara hadir membantu memulihkan masyarakat melalui kolaborasi pentaheliks dengan perguruan tinggi di Jawa Timur.
Kerjasama ini diharapkan melahirkan kelompok-kelompok dampingan yang tangguh bencana. Kelompok masyarakat yang sumberdaya manusianya memiliki kemampuan dalam mengenali ancaman di wilayahnya sehingga dapat mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitasnya untuk mengurangi risiko bencana serta mampu melenting balik pasca bencana melalui ketahanan ekonomi yang dimiliki, tambahnya.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




