51动漫

51动漫 Official Website

Jejak Forensik Ditya Riski Taher: Wisudawan Terbaik UNAIR yang Melesat dari Keterbatasan

51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan kisah inspiratif lewat salah satu lulusan terbaiknya. Dalam prosesi wisuda ke-253 UNAIR yang digelar Sabtu, 2 Agustus 2025, Ditya Riski Taher berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dari Program Magister Ilmu Forensik, Sekolah Pascasarjana UNAIR. Pencapaian ini bukan hanya soal angka, tapi juga tentang perjuangan yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melesat.

Dari Magang ke Puslabfor hingga Riset Inovatif

Ditya bukan hanya dikenal sebagai mahasiswa cemerlang di atas kertas. Ia memilih topik tesis yang menantang: serologi forensik, sebuah bidang yang mempelajari identifikasi golongan darah dari cairan tubuh seperti air liur, sperma, hingga darah kering.

淪aya harus berjuang mencari bahan, alat, dan referensi. Topik ini cukup langka diambil, ungkapnya. Namun ia tak menyerah. Berbekal pengalaman magang di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Ditya menyadari bahwa forensik lebih luas dari yang selama ini dibayangkan.

Inovasi uniknya datang dari penggunaan air liur kering di tisu sebagai sampel untuk mengidentifikasi golongan darah. 淭eknik ini memang sederhana, tapi hasilnya sangat potensial, jelasnya. Inilah bukti nyata bahwa riset tidak selalu harus rumit untuk bisa relevan dan bermanfaat.

Keseimbangan antara Studi, Keluarga, dan Harapan Masa Depan

Tak hanya menghadapi tantangan akademik, Ditya juga harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga. Meskipun berat, ia tetap bertahan dengan tekad yang kuat. 淭idak masalah jika harus berjalan perlahan, selama tetap berusaha melangkah, pesannya.

Kini, setelah menyandang gelar Magister Ilmu Forensik, Ditya bertekad memperluas pengalamannya di dunia profesional. Ia tidak ingin langsung mengejar gelar berikutnya, tetapi ingin lebih banyak berkecimpung di lapangan untuk memperkuat keahliannya.

Wisuda UNAIR ke-253: Momen Penuh Makna

Ditya adalah satu dari tujuh lulusan Sekolah Pascasarjana UNAIR yang dikukuhkan bersama 841 wisudawan lainnya. Acara yang digelar di Airlangga Convention Center, Kampus C ini dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR menegaskan bahwa lulusan UNAIR dibekali karakter HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent) yang menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global. Capaian UNAIR dalam QS WUR 2026 dan THE Impact Rankings juga menunjukkan bahwa kampus ini terus melesat dalam kancah internasional.

Penutup: Dari UNAIR untuk Negeri

Kisah Ditya Riski Taher adalah bukti bahwa Ilmu Forensik UNAIR bukan sekadar teori di kelas, tapi nyata di ruang otopsi, ruang laboratorium, dan ruang kehidupan. Melalui kisahnya, UNAIR kembali membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan pintar, tapi juga berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT