Berita UNAIR Pascasarjana, Jumat, 6 Desember 2024 “ Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ menggelar kuliah umum bertajuk “Kepemimpinan Strategis dalam Energi Berkelanjutan: Mewujudkan Indonesia Maju 2045” pada Jumat, 6 Desember 2024. Acara ini menghadirkan Wiko Migantoro, Wakil Direktur Utama Pertamina, sebagai pembicara utama. Bertempat di Ruang Majapahit, Gedung ASSEC Tower 51¶¯Âþ, kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui platform Zoom, mengundang partisipasi aktif dari mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi tentang peran strategis kepemimpinan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan guna mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Prof. Badri Munir Sukoco, SE.,MBA.,Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya topik pembahasan ini diambil karena relevan dengan keberlanjutan bangsa. œPembangunan tidak akan terjadi jika tidak ada energi ucapnya. Keberhasilan Pertamina menjadi perusahaan yang masuk ke dalam top 100 di dunia, juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja di negara ini sebagai upaya mensejahterakan bangsa.
Acara ini dimoderatori oleh Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum. yang mengawali diskusinya dengan menceritakan bagaimana perjalanan karier Wiko Migantoro sehingga bisa menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Utama Pertamina, dimana beliau telah memakan waktu 20 tahun lamanya untuk mencapai titik ini.
œSetiap ada isu yang challenging bahkan di perusahaan, pasti rujukannya adalah akademis ucap Wiko mengingatkan pentingnya peran kampus dalam penyelesaian masalah di perusahaan. Pada pemaparannya, Wiko menyampaikan bahwa saat ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengusahakan bagaimana supaya bisnis di Hulu meningkat produksinya agar dapat mengurangi impor. Namun, disampaikan bahwa situasi saat ini masih minim penemuan baru padahal eksplorasi sebetulnya masih luas, maka dari itu angka impor masih tergolong tinggi.
Upaya yang perlu dilakukan yaitu bagaimana posisi energi bisa berada di tangan masyarakat sesuai daya belinya, dan saat ini daya beli masih cukup rendah. Maka dari itu, pemerintah terus memberi subsidi pada komoditas energi. Wiko juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Komitmen ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transisi energi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif, memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Dengan diadakannya kuliah umum ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam sekaligus melahirkan pemikiran baru bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi dalam menghadapi tantangan transisi energi berkelanjutan. Melalui Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ, berharap acara ini dapat memperkuat peran institusi akademik dalam menjawab isu-isu nasional, seperti ketahanan energi, kemandirian produksi energi, dan pencapaian Net Zero Emission, demi kesejahteraan bangsa dan keberlanjutan generasi mendatang.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




