Universitas Islam Darul 橴lum (UNISDA) Lamongan mencatat sejarah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi hukum di Jawa Timur. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, UNISDA resmi meluncurkan Program Studi Magister Ilmu Hukum. Kuliah Perdana ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya perkuliahan, tetapi juga ruang inspirasi mengenai pentingnya moral, etika hukum, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui kolaborasi strategis dengan 51动漫 (UNAIR).
Acara pembukaan dihadiri puluhan mahasiswa dan dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum (FH) UNISDA, Dr. Hj. Siti Afiyah, M.H. Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menjunjung moral, etika hukum, profesionalisme, serta peningkatan mutu akademik di UNISDA.
Komitmen Peningkatan SDM Melalui MOA dengan SPS UNAIR
Rektor UNISDA, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M., menyampaikan kebanggaan atas hadirnya Magister Hukum sebagai program studi ke-21 UNISDA. Ia berharap FH UNISDA terus berperan sebagai institusi yang mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan kuliah umum oleh Guru Besar 51动漫, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum. Dalam pidatonya, ia mengenang masa ketika menjadi dosen pertama UNISDA pada era 1990-an dan menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan signifikan yang dicapai UNISDA. Kenangan tersebut mendorongnya untuk memberikan dukungan nyata bagi peningkatan kualitas akademik UNISDA.
Ia menegaskan bahwa pada Januari tahun depan, UNISDA dan Sekolah Pascasarjana (SPS) UNAIR akan menandatangani Memorandum of Agreement (MOA). Melalui kerja sama ini, dosen-dosen UNISDA berkesempatan memperkuat kapasitas akademik melalui kolaborasi ilmiah dengan UNAIR, kampus bereputasi global yang saat ini berada di peringkat 308 dunia versi QS WUR.
Mandat Keilmuan dan Relevansi Zaman
Sebelum kuliah umum, Ketua Senat UNISDA, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., membuka sesi pengantar dengan topik 淢agister Hukum UNISDA: Sebuah Mandat Keilmuan dan Kebutuhan Zaman. Ia menjelaskan bahwa Magister Hukum UNISDA merupakan program pertama di wilayah Karisidenan Bojonegoro dan termasuk dalam delapan PTKIS di Indonesia yang mampu menyelenggarakan program ini.
Prof. Afif menekankan bahwa Magister Hukum UNISDA berlandaskan nilai-nilai Aswaja An-Nadhliyah. Ia mengingatkan pesan pendiri UNISDA bahwa hukum diciptakan untuk kemaslahatan umat. Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak takut bermimpi dan berkontribusi bagi masyarakat luas.
Kritik Cerdas terhadap Era AI
Dalam sesi diskusi, pembahasan mengarah pada tantangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang sering memengaruhi kedalaman analisis dalam isu hukum. Prof. Suparto memberikan pandangan kritis terkait fenomena penggunaan AI secara berlebihan untuk karya ilmiah. Ia membandingkannya dengan tren di Eropa yang justru kembali pada metode belajar manual menggunakan buku.
Ia mengaitkan hal ini dengan metode pembelajaran klasik di pesantren, yaitu Ngaji Sorogan, di mana santri membawa kitab secara langsung kepada Kiai untuk dibaca dan dijelaskan. Metode tersebut memastikan kedalaman pemahaman dan ketelitian dalam belajar.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyoroti ketidakcermatan dalam praktik hukum, termasuk polemik mengenai larangan Polisi aktif menduduki jabatan sipil, yang menurutnya seharusnya sudah tuntas sejak era Presiden Abdurrahman Wahid saat Polri dipisahkan dari TNI.
Prof. Suparto menguatkan pesannya dengan membandingkan budaya membaca di Jepang15 judul buku per minggu攄engan kondisi di Indonesia. Ia mengajak para mahasiswa Magister Hukum UNISDA untuk membangun kebiasaan membaca yang kuat, sehingga melahirkan ahli hukum yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki kedalaman etika dan sejarah.
Penutup: Kolaborasi sebagai Jalan Kemajuan
Kuliah Perdana Magister Hukum UNISDA ditutup dengan optimisme besar. Melalui kerja sama formal antara UNISDA dan SPS UNAIR, disertai semangat kolaborasi yang didorong langsung oleh Prof. Suparto Wijoyo, UNISDA memiliki fondasi kuat untuk membangun generasi ahli hukum yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di tengah tantangan zaman.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




