51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Magister Manajemen Bencana SPS UNAIR Siap Edukasi Mitigasi Bencana, Wujud Nyata Kampus Berdampak

Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) SPS UNAIR tampil di Disaster Management Expo 2025 Mojokerto dengan inovasi, kurikulum baru, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat budaya mitigasi bencana.

UNAIR Tegaskan Peran Akademisi dalam Pentahelix Penanggulangan Bencana

MOJOKERTO “ Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR) menegaskan komitmennya sebagai bagian dari ekosistem penanggulangan bencana melalui keikutsertaan dalam Disaster Management Expo 2025 yang berlangsung di Kabupaten Mojokerto, 1“3 Oktober 2025.

Kehadiran MMB UNAIR dalam acara yang menjadi rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 ini menyoroti peran vital perguruan tinggi dalam konsep pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media).

Koordinator Program Studi MMB UNAIR, Dr. Arief Hargono, drg., M.Kes., menjelaskan bahwa fokus utama partisipasi adalah berbagi kontribusi di bidang manajemen bencana, khususnya pada fase pra-bencana.

œPeran perguruan tinggi adalah melaksanakan Tridarma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kami merasa perlu memberikan kontribusi nyata dalam manajemen bencana, ujar Dr. Arief di sela-sela pameran.

Prioritas pada Pengurangan Risiko dan Mitigasi

Dr. Arief menekankan bahwa meskipun ruang lingkup MMB UNAIR mencakup semua fase (pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana), prioritas terbesar adalah pengurangan risiko, deteksi dini, dan mitigasi.

Dalam pameran tersebut, MMB UNAIR melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni untuk menampilkan karya, riset, serta hasil kolaborasi lintas sektor.

Inovasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Beberapa capaian penting yang ditampilkan MMB UNAIR antara lain:

  • Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSPKA): Selain memberikan layanan kesehatan di wilayah terdampak, pengalaman RSPKA juga dijadikan bahan kajian perkuliahan di MMB UNAIR.

  • Kerja Sama dengan BNPB: Mencakup pendampingan masyarakat di daerah rawan bencana dan peluncuran Dashboard Informasi Risiko Bencana Jawa Timur berbasis GIS sebagai alat penting untuk mitigasi.

  • Karya Alumni: Produk dan kontribusi alumni yang kini bekerja di berbagai institusi kebencanaan turut dipamerkan, menegaskan peran jejaring alumni dalam praktik penanggulangan bencana.

œForum ini adalah ruang untuk berdiskusi, bertemu, dan berkolaborasi. Upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi lintas sektor, tegas Dr. Arief.

Kurikulum Baru Responsif Isu Lingkungan dan Teknologi

Sebagai respons terhadap dinamika global, MMB UNAIR melakukan redesain kurikulum yang mengintegrasikan isu lingkungan, kesehatan, regulasi, hingga pemanfaatan teknologi terbaru.

Beberapa penguatan kurikulum meliputi:

  • Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen bencana.

  • Mata kuliah tentang epidemiologi bencana, gizi, dan manajemen pangan masa darurat.

  • Kajian hukum, regulasi, dan SOP kebencanaan.

Menurut Dr. Arief, langkah ini penting mengingat 90“95 persen bencana di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh faktor lingkungan.

œDengan kurikulum baru ini, kami memastikan lulusan MMB UNAIR siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan, pungkasnya.

Wujud Nyata Kampus Berdampak

Keterlibatan MMB UNAIR dalam Disaster Management Expo 2025 menegaskan peran universitas sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di Indonesia.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT