51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Disaster Management Expo 2025 Resmi Dibuka, MMB SPS UNAIR Hadir Bangun Budaya Kesiapsiagaan Bencana

Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UNAIR berpartisipasi dalam Disaster Management Expo 2025 di Mojokerto, menegaskan komitmen akademisi dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana.

SPS UNAIR Hadir di Ajang Nasional Pengurangan Risiko Bencana

MOJOKERTO “ Rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 resmi dimulai melalui pembukaan Disaster Management Expo 2025 di Gor Seni Majapahit, Mojokerto, Rabu (1/10/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketangguhan Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab bersama.

œHal ini menjadi bukti gerakan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam inovasi teknologi dan kearifan lokal demi mewujudkan ketangguhan Indonesia menghadapi bencana, ujarnya.

Lebih dari 60 booth dipamerkan, menampilkan teknologi kebencanaan, layanan pemulihan pascabencana, hingga sarana edukasi. Rustian menekankan bahwa acara ini harus menjadi ruang sinergi pentaheliks: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Tiga Pilar Ketangguhan di Bumi Majapahit

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa Bulan PRB 2025 di Mojokerto Raya mengusung tiga pilar utama:

  1. Pameran praktik baik penanggulangan bencana.

  2. Pelayanan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga simulasi evakuasi.

  3. Permainan edukasi berbasis kreativitas untuk menanamkan kesiapsiagaan sejak dini.

Senada dengan hal itu, Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana UNAIR turut serta sebagai peserta pameran. Kehadiran UNAIR menegaskan kontribusi nyata akademisi dalam membangun budaya kesiapsiagaan, sekaligus selaras dengan visi School of Collaborative Leadership yang diusung SPS UNAIR.

Kesiapsiagaan sebagai Gaya Hidup

Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda, menegaskan tema Bulan PRB tahun ini: œBencana Tidak Bisa Menunggu, Kesiapsiagaan Menjadi Hal yang Utama.

œKegiatan ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan titik awal untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai gaya hidup masyarakat, ungkapnya.

Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh Rustian bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, dan Bupati Mojokerto Gus Barra.

Selain itu, BPBD Kota Mojokerto resmi dibentuk melalui peresmian simbolis pemukulan gong oleh Sekretaris Utama BNPB. Pembentukan BPBD ini diharapkan memperkuat respons dan sinergi Forkopimda Mojokerto dalam menghadapi bencana.

Peran Akademisi dalam Gerakan Nasional PRB

Partisipasi MMB SPS UNAIR dalam Disaster Management Expo 2025 menegaskan peran akademisi sebagai bagian penting dari pentaheliks penanggulangan bencana. Melalui kontribusi keilmuan dan riset, SPS UNAIR berkomitmen membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan, dimulai dari Mojokerto untuk Indonesia yang lebih tangguh.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT