Sekolah Pascasarjana UNAIR menjalin kolaborasi riset dengan University of Groningen, Belanda, untuk memperkuat pendidikan hukum, pertukaran akademik, dan pencapaian SDGs.
SPS UNAIR Perluas Jejaring Akademik Internasional
SURABAYA “ Sekolah Pascasarjana (SPS) 51¶¯Âþ (UNAIR) terus memperkuat posisinya di kancah global. Pada Selasa (30/9/2025), SPS UNAIR menggelar rapat strategis dengan University of Groningen, Belanda, untuk menjajaki dan memperkuat kerja sama riset serta pendidikan hukum.
Pertemuan ini selaras dengan semangat Collaborative Leadership yang diusung SPS UNAIR dan visi UNAIR sebagai Kampus Berdampak. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah akademisi terkemuka, antara lain Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum. (Wakil Direktur 3 SPS UNAIR), Dr. Radian Salman, S.H., LL.M. (Koordinator Program Studi Magister Sains Hukum dan Pembangunan SPS UNAIR), Dr. Rosa Ristawati, S.H., LL.M., serta para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Jembatan Akademik untuk Isu Global dan SDGs
Kolaborasi dengan University of Groningen”salah satu universitas tertua di Belanda yang berdiri sejak 1614”difokuskan pada penguatan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan staf, serta riset bersama.
University of Groningen dikenal memiliki program hukum yang menekankan perspektif internasional, di antaranya:
-
LLM English-taught Masters dengan spesialisasi Energy and Climate Law, Global Criminal Law, International Human Rights Law, serta Technology Law and Innovation. Bidang ini relevan dengan tantangan global sekaligus pilar Sustainable Development Goals (SDGs).
-
Program PhD melalui Groningen Graduate School of Law (GGSL), yang memberikan pelatihan intensif serta dukungan penelitian berbasis riset mendalam.
Dr. Radian Salman menegaskan bahwa jejaring ini akan memberi manfaat langsung bagi mahasiswa Magister Sains Hukum dan Pembangunan SPS UNAIR.
œKolaborasi ini bukan sekadar pertukaran formal, tetapi upaya strategis untuk menyuntikkan perspektif hukum internasional dan Eropa ke dalam kurikulum kami, memastikan lulusan kami siap berkontribusi pada pencapaian SDGs, jelasnya.
Implementasi Nyata Collaborative Leadership
Pertemuan ini menunjukkan komitmen SPS UNAIR untuk mengedepankan sinergi lintas institusi dan negara. Keterlibatan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga memperluas dampak kolaborasi internasional ini, sehingga UNAIR tidak hanya memperkuat kapasitas internal, tetapi juga ikut mengangkat kualitas pendidikan hukum nasional.
Prof. Suparto Wijoyo menegaskan, riset bersama yang dihasilkan diharapkan mampu memberi rekomendasi kebijakan hukum adaptif di tengah dinamika global, termasuk isu energi, iklim, teknologi, dan privasi data.
œJejaring internasional sangat penting untuk membangun kapasitas hukum yang berdaya saing global. Kami ingin menghadirkan kontribusi nyata, tidak hanya dalam akademik, tetapi juga kebijakan publik, tegasnya.
Menuju Generasi Ahli Hukum Global
Dengan adanya pertukaran akademik dan joint research, SPS UNAIR dan University of Groningen berkomitmen mencetak generasi ahli hukum yang:
-
menguasai teori hukum,
-
memiliki keterampilan analitis mendalam,
-
serta dibekali law and legal skills modern yang relevan dengan kompleksitas abad ke-21.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan UNAIR sebagai Kampus Berdampak, yang tidak hanya berperan di level nasional tetapi juga memberikan kontribusi global untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




