51

51 Official Website

Menggambar Mandala dan Seni Negosiasi: Terobosan UNAIR Cetak Komunikator Andal

Surabaya Komunikasi yang efektif bukan hanya soal berbicara, melainkan juga seni mendengarkan, memahami, dan bernegosiasi. Menjawab tantangan dunia kerja pascapandemi yang menuntut adaptasi cepat, Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) menghadirkan terobosan melalui program Masterclass Training: Communication & Negotiation.

Program yang digelar pada 30 Agustus 2025 ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menggunakan pendekatan kreatif, termasuk teknik menggambar mandala, untuk membantu peserta menggali potensi diri sebagai komunikator yang andal.

Seni Menggambar Mandala dalam Negosiasi

Salah satu keunikan pelatihan ini adalah penggunaan metode menggambar mandala. Menurut Dr. Zuyyina Choirunnisa, S.M., M.SM., selaku General Manager Executive Learning Hub Sekolah Pascasarjana UNAIR, teknik ini mampu membuka potensi tersembunyi yang sering sulit diungkap melalui metode konvensional.

Metode ini tidak hanya kreatif dan menyenangkan, tetapi juga mendorong peserta mengenali tipe serta gaya komunikasi pribadi mereka. Dari sana lahir kesadaran diri yang lebih dalam sebagai fondasi komunikasi efektif, jelasnya.

Kurikulum dirancang untuk menjawab tantangan profesional masa kini, mulai dari kolaborasi jarak jauh hingga negosiasi lintas budaya. Karena itu, pelatihan ini relevan bagi para profesional dari berbagai latar belakang, baik di korporasi maupun UMKM.

Investasi Berarti untuk Karier Berkelanjutan

Terkait mengapa pelatihan ini layak diikuti di tengah banyaknya sumber belajar gratis di internet, Dr. Zuyyina menegaskan perbedaan mendasar. Materi daring memang banyak, tetapi umumnya bersifat umum dan kurang memberikan pengalaman praktik nyata, ujarnya.

Melalui role play, simulasi kasus, serta umpan balik langsung dari fasilitator, peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam. Empat narasumber ahli, yakni Lidya Sentanu, S.Ikom., M.PSDM., Iska Ningrum, S.Ikom., Dr. Zuyyina Choirunnisa, S.M., M.SM., dan Dr. Santi Isnaini, S.Sos., M.M., turut membagikan wawasan praktis yang jarang ditemui di platform lain.

Menyiapkan Agen Perubahan

Lebih jauh, Dr. Zuyyina menekankan bahwa tujuan program ini tidak berhenti pada peningkatan keterampilan komunikasi. Kami ingin mencetak agen perubahan yang mampu menerapkan strategi komunikasi adaptif untuk mencapai solusi bersama, tegasnya.

Pada akhirnya, pelatihan ini bukan hanya tentang menguasai negosiasi, tetapi juga membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, serta mengelola konflik secara konstruktif. Di era penuh perubahan, investasi pada keterampilan komunikasi strategis menjadi kunci untuk melahirkan pemimpin efektif dan agen perubahan yang berdampak nyata.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT