51动漫

51动漫 Official Website

Menjaga Estafet Kepemimpinan di Sekolah Pascasarjana UNAIR: Inovasi, Kualitas, dan Kepercayaan Publik

Ruang rapat Bharada di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) menjadi saksi momen bersejarah. Serah terima jabatan Direktur Sekolah Pascasarjana (SPS) berlangsung khidmat, menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., dan dimulainya era baru di bawah nakhoda Prof. Dr. A.C. Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan lama dan baru. Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE. (Wakil Direktur 1) dan Prof. Dr. Rr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si. (Wakil Direktur 2) secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepada penerusnya, yakni Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com. (Wakil Direktur 1) dan Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si. (Wakil Direktur 2). Adapun jabatan Wakil Direktur 3 tetap dijabat oleh Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum.

Inovasi sebagai Pilar dan Visi Berkelanjutan

Dalam sambutan reflektifnya, Prof. Badri memaparkan perjalanan transformatif SPS UNAIR selama lima tahun kepemimpinannya. Menurutnya, reorganisasi adalah keniscayaan yang selalu hadir setiap periode. Ia bangga karena hampir 50% pimpinan UNAIR saat ini merupakan alumni dan pernah berkiprah di Sekolah Pascasarjana.

淜ami mencoba jalur baru di dua tahun pertama, berdiskusi intensif dengan para wakil direktur hingga melahirkan pembaharuan. Kami menciptakan diferensiasi, dan di dua tahun berikutnya nama SPS UNAIR sudah dikenal luas, ujarnya.

Capaian lain yang dibanggakan adalah meningkatnya daya tampung mahasiswa dan pendapatan. 淒ulu ada prodi yang hanya menerima satu mahasiswa, kini sampai menolak karena banyaknya pendaftar. Pendapatan juga naik dua kali lipat, ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa menjaga kualitas harus selalu menjadi prioritas utama. SPS UNAIR hanya menerima mahasiswa yang mampu menghasilkan karya ilmiah di jurnal bereputasi. 淩eputasi yang sudah kita bangun susah payah jangan sampai rusak, pesannya.

Prof. Badri menutup sambutannya dengan doa dan harapan. 淪emoga pimpinan baru semakin sukses, mampu menjaga kepercayaan publik, dan melahirkan karya-karya ilmiah yang berdampak.

Kolaborasi dan Arah Baru yang Inovatif

Sebagai direktur baru, Prof. Romdhoni mengakui bahwa jabatan ini membawa pengalaman berbeda. 淪aya berasal dari latar belakang kedokteran, kini harus beradaptasi di lingkungan multidisiplin. Terus terang, saya perlu banyak belajar kepada pimpinan terdahulu, ujarnya.

Di hari pertamanya, ia langsung mendapatkan banyak masukan dari Prof. Suparto Wijoyo mengenai perjalanan dan tantangan SPS UNAIR. Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas yang sudah dicapai menjadi tantangan utama.

Untuk itu, ia menyiapkan sejumlah strategi:

  • Updating dan redesain kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

  • Restrukturisasi kelembagaan agar efisiensi meningkat, dengan model yang lebih menyerupai fakultas.

  • Penguatan visi entrepreneurship sesuai arahan rektor UNAIR, agar SPS tetap menjadi institusi yang transformatif dan berdampak.

淪aya yakin para wakil direktur memiliki gagasan baru. Kami akan terus melanjutkan tongkat estafet ini agar SPS UNAIR lebih baik dari sebelumnya, tegasnya.

Momen Bersejarah Penuh Kebersamaan

Serah terima jabatan ini juga menjadi ajang kebersamaan yang hangat. Kedua direktur, Prof. Badri dan Prof. Romdhoni, sama-sama merayakan ulang tahun di bulan September. Momentum ini semakin mempererat rasa syukur dan kekeluargaan di lingkungan SPS UNAIR.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan komitmen pada kualitas, kepemimpinan baru SPS UNAIR siap melanjutkan estafet perjuangan. Bukan hanya menjaga pencapaian yang sudah ada, tetapi juga melampauinya demi memperkuat reputasi UNAIR sebagai institusi pendidikan tinggi bereputasi global dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT