Surabaya “ Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.PE., menegaskan bahwa infrastruktur merupakan perisai ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam The 9th International Conference of Postgraduate School (ICPS) 51¶¯Âþ (UNAIR), Rabu (17/9/2025).
ICPS 2025: Forum Strategis Bahas Risiko Geopolitik
Mengusung tema “Geopolitical Risk and Resilience On Developing for a Better World”, konferensi ini menjadi wadah strategis bagi 252 peserta dari 16 negara untuk membahas tantangan global yang berpengaruh pada stabilitas dan pembangunan.
Acara berlangsung secara hibrida di ASEEC Tower dan Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR, serta turut dihadiri Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., dan Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS.
Infrastruktur Berbasis Ketahanan
Dalam paparannya, Menteri Dody menggarisbawahi bahwa isu global seperti perubahan iklim, kelangkaan sumber daya (pangan, energi, air), dan rivalitas geopolitik berpotensi memicu konflik. Ia menekankan bahwa ancaman yang muncul tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Sebagai solusi, Kementerian PUPR mengusung empat pilar strategis pembangunan infrastruktur berbasis ketahanan:
-
Ketahanan Pangan dan Air: pembangunan bendungan seperti Bendungan Keureuto (Aceh), jaringan irigasi, serta pengembangan PLTS Terapung Cirata (Jawa Barat) untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.
-
Konektivitas Logistik: pembangunan jalan dan jembatan, termasuk Jalan Lintas Selatan Jawa dan Jembatan Way Bekampung (Lampung), guna memperkuat distribusi logistik dan ketahanan ekonomi.
-
Fasilitas Sosial dan Pendidikan: pembangunan sekolah, fasilitas kesehatan, serta konsep œSekolah Rakyat untuk memastikan pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah terpencil.
-
Revitalisasi Lingkungan: pengelolaan sungai, penanganan banjir, dan pembangunan infrastruktur adaptif untuk mitigasi perubahan iklim.
Kolaborasi Pentahelix untuk Ketahanan Nasional
Menteri Dody menekankan pentingnya Pentahelix Collaboration yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global.
œDengan sinergi ini, kita dapat membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan makmur, serta siap menghadapi badai global di masa depan, tegasnya.
Infrastruktur: Investasi Jangka Panjang Bangsa
Materi yang disampaikan Menteri Dody memberi perspektif bahwa pembangunan infrastruktur cerdas dan strategis adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan bangsa.
Acara ICPS 2025 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa ketahanan nasional harus dibangun dari berbagai dimensi, termasuk infrastruktur.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




