Wakil Direktur 3 SPs diundang berbuka puasa bersama Pondok Tahfidz Quran Sulaimaniyah Surabaya
Berita UNAIR Pascasarjana, Senin 10 Maret 2023 – Senin 10/04/2023, suara adzan berkumandang dari Masjid Arofah, Jemursari, Surabaya, Teh hangat dalam gelas-gelas kecil yang terhidang, menyambut para jamaah untuk membatalkan Ibadah Puasa hari ini, tepatnya Ramadhan ke 19,usai meneguk hangatnya teh para jamaah baik putra dan putri bersiap melaksanakan Ibadah Sholat Maghrib berjamaah.
Masjid Arofah, yang terletak disudut jalan adalah sebuah masjid yang berdampingan dengan pondok pesantren yang didirikan oleh Yayasan Tahfidz Quran Sulaimaniyah, Turki, dan pada hari senin 10/04/2023, Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat,Digitalisasi dan Internasionalisasi didampingi Humas dan TVRI Jawa Timur mendapat kehormatan undangan berbuka puasa.

Ruangan yang bersih dengan foto foto keindahan negeri Turki dan tatanan makanan yang terhidang dengan rapih, menyambut barisan para santri dengan pakaian khas kemeja putih dan celana berwarna gelapnya, bersiap menikmati hidangan berbuka puasa, menu campuran ala Indonesia dan Turki tersaji memanjakan lidah di ramadhan ke 19 ini.
Ramadhan yang merupakan bulan dimana Umat Islam masuk dalam momen untuk menempa dan mengevaluasi diri, memang membawa banyak perubahan seperti disampaikan oleh Kamaluddin Nawari, H.E., Pimpinan dari Pesantren Thafidz Quran Sulaimaniyah, Surabaya, Ferhatlar, yang mengatakan pada saat bulan Ramadhan ada perbedaan yang mendasar dalam proses belajar mengajar, diantaranya tetap menghafal quran akan tetapi tidak ada setoran hafalan.
Ditambahkan dalam bulan Ramadhan ini Pesantren Sulaimaniyah mengirimkan santri-santrinya ke 11 masjid yang ada di Surabaya, mulai dari sebagai pengajar AlQuran, Imam Masjid, dan beragam kebutuhan jamaah yang berhubungan dengan keagamaan sesuai kebutuhan dari masing-masing masjid dan kesemuanya untuk menyemarakkan hari-hari di bulan suci ini.
Yang membedakan Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah dengan pesantren-pesantren lainnya adalah sistem pengajarannya, dimana sebagai pesantren yang mencetak santri yang Ahli Sunnah Wal Jamaah Sulaimaniyah menerapkan sistem tahfidz di era Turki Ustmani atau saat kesultanan Ustmani, dimana dijelaskan dalam sejarah di era tersebut bisa mencetak hafidz Quran sangat banyak, dan ketika ini diterapkan, maka cukup 3 5 bulan santri sudah dapat mengkhatamkan Quran, usai khatam dan memahami Quran, pendidikan selanjutnya adalah di Turki yang masuk ke keilmuan tingkat selanjutnya.
Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Internasionalisasi dan Digitalisasi, Sekolah Pascasarjana UNAIR menyampaikan ucapan terimakasih atas undangan Buka Puasa ini dirinya mengatakan bahwa ini bentuk ketersapaan Sekolah Pascasarjana UNAIR terhadap para Tahfidz Quran, dirinya mengatakan 淟eadership yang hadir dari para tahfidz quran tentu menjadi sesuatu yang luar biasa, dengan mencintai AlQuran dirinya pasti mencintai tanah airnya sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta, dan potensi ini harus bisa kita sambut untuk menjemput Indonesia Maju 2045
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
.听听听听




