UNAIR jajaki kerja sama dengan Yayasan Sulaimaniyah Turki untuk membentuk Pusat Kebudayaan Turki, memperkuat posisi sebagai kampus kolaboratif dan berdampak global.
51动漫 (UNAIR) terus memperluas jejaring globalnya dalam semangat School of Collaborative Leadership. Langkah terbaru diwujudkan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Yayasan Tanfidziyah Sulaimaniyah Turki, yang berfokus pada penguatan kolaborasi budaya dan akademik lintas negara.
Pertemuan penting ini berlangsung di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR, Senin (27/10/2025), dan menjadi momentum krusial menuju pendirian Pusat Kebudayaan Turki di lingkungan kampus. Inisiatif ini menandai tekad UNAIR untuk semakin hadir sebagai Kampus Berdampak (Impactful University) yang memainkan peran aktif di kancah internasional.
Delegasi Sulaimaniyah diterima langsung oleh Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk. (K), FICS, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, bersama Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., Wakil Direktur I. Pertemuan ini melanjutkan komunikasi intensif yang telah dibangun sebelumnya antara kedua lembaga.
Mendorong Kolaborasi Multi-Arah dan Bernilai Strategis
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, pihak Sulaimaniyah menyampaikan kesiapannya untuk memperluas bentuk kolaborasi tidak hanya pada pertukaran pelajar dan staf, tetapi juga pengabdian masyarakat dan penelitian multidisiplin.
Sebagai bentuk konkret, Yayasan Sulaimaniyah yang telah memiliki lebih dari 100 cabang di Indonesia menawarkan pengajar Bahasa Turki secara gratis untuk memulai kelas kebudayaan di UNAIR.
Prof. Achmad Chusnu Romdhoni menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang strategis untuk memperkaya atmosfer akademik dan lintas budaya di kampus.
淎pa yang diinisiasi oleh Sulaimaniyah sejalan dengan visi kami. Di Pascasarjana, arah utama kami adalah Student Outbound dan Staff Outbound. Pusat Kebudayaan Turki ini bisa menjadi katalis untuk memperkuat pertukaran akademik dengan universitas di Turki yang memiliki kesamaan bidang keilmuan dengan kami, ujar Prof. Romdhoni.
Sementara itu, Prof. Dr. Jusuf Irianto menekankan pentingnya prinsip mutual benefit dalam kerja sama internasional.
淜ami menerima ide brilian ini dan sangat mungkin untuk diimplementasikan melalui MoA riset dan pengabdian masyarakat. Akan lebih ideal bila kolaborasi ini dapat menghadirkan dosen dan mahasiswa Turki ke UNAIR dengan pendanaan dari kampus mitra di Turki, tegas Prof. Jusuf.
Menuju Pusat Kolaborasi Akademik Indonesia揟urki
Rencana pembentukan Pusat Kebudayaan Turki ini akan segera dikonsultasikan pada pimpinan universitas untuk mendapat persetujuan Rektor UNAIR. Harapannya, pusat ini tidak hanya menjadi wadah promosi kebudayaan, tetapi juga menjadi hub riset multidisiplin dan pertukaran pengetahuan internasional.
Langkah ini menjadi penanda era baru dalam hubungan akademik Indonesia揟urki. Sekolah Pascasarjana UNAIR menegaskan kembali perannya sebagai laboratorium kepemimpinan kolaboratif global攖empat di mana sains, budaya, dan kemanusiaan bertemu dalam satu visi besar: membangun peradaban yang saling menghargai dan berdampak positif bagi dunia.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




