51动漫

51动漫 Official Website

Jembatan Kepemimpinan Kolaboratif Global dari Tiongkok

Sekolah Pascasarjana UNAIR perkuat jejaring global lewat kunjungan ke Tiongkok, dorong kolaborasi pendidikan dan moderasi beragama lintas bangsa.

51动漫 (UNAIR), melalui Sekolah Pascasarjana, terus meneguhkan identitasnya sebagai School of Collaborative Leadership yang berorientasi pada dampak global. Kehadiran Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana UNAIR, dalam delegasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ke Lanzhou, Tiongkok, menjadi bukti nyata komitmen tersebut.

Kunjungan ke Islamic Association of Gansu Province, Lanzhou, membuka peluang kolaborasi strategis di bidang akademik dan kebudayaan. Melalui dialog dan kerja sama yang terjalin, kedua pihak sepakat untuk menjajaki program beasiswa serta pertukaran santri dan mahasiswa antara Tiongkok dan lembaga pendidikan di Jawa Timur. Langkah ini dipandang sebagai strategi penting dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama di tingkat global.

Sekolah Pascasarjana UNAIR sebagai Pintu Studi Lanjut Internasional

Dalam konteks kerja sama ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR memainkan peran sentral sebagai pintu masuk bagi mahasiswa asing dari Provinsi Gansu yang ingin melanjutkan studi di Indonesia. Program ini tidak hanya membuka jalur akademik, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi kebudayaan yang mempertemukan nilai-nilai humanis Asia Timur dan Asia Tenggara.

淜ami sangat mengapresiasi inisiasi pemberian beasiswa oleh Gus Kikin (KH. Abdul Hakim Mahfudz) kepada putra-putri Lanzhou yang berkenan mondok di pesantren-pesantren NU di Jawa Timur, khususnya Tebuireng, ujar Prof. Suparto Wijoyo.

Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah visioner dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) global, sekaligus mempererat hubungan keilmuan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

淚ntinya adalah bagaimana kita bersama-sama memperkokoh toleransi yang semakin kukuh untuk mencintai tanah airnya masing-masing, sejalan dengan pesan pendiri NU, Hadaratusyaich KH. Hasyim Asy檃ri, tegas Prof. Suparto.

Misi Budaya dan Diplomasi Akademik

Agenda kerja sama ini bukan sekadar pertukaran akademik, tetapi juga misi budaya dan diplomasi nilai. Melalui kegiatan lintas negara ini, UNAIR berupaya memperluas peran akademisi dalam memperkuat perdamaian dan moderasi beragama di ranah internasional.

Dengan memfasilitasi pertukaran keilmuan antara pesantren, universitas, dan lembaga keagamaan di Tiongkok, Sekolah Pascasarjana UNAIR menegaskan posisinya sebagai laboratorium kepemimpinan kolaboratif global.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Kampus Berdampak (The Impactful University)攂ahwa pendidikan tinggi harus menjadi motor perubahan yang menjembatani ilmu pengetahuan, budaya, dan kemanusiaan lintas bangsa.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT