Dari kampus 51动漫 (UNAIR), para akademisi berkumpul secara hybrid, bukan untuk berdebat teori semata, melainkan untuk mengurai tantangan global dan mencari solusi yang relevan. Perhelatan Airlangga Forum edisi ke-240, sebuah podcast mingguan persembahan Sekolah Pascasarjana UNAIR, kali ini mengangkat topik sentral: 淢erayakan Kemerdekaan, Memantapkan Diri sebagai Kampus Berdampak.
Narasumber Unggul dari Berbagai Unit
Diskusi menghadirkan lima narasumber mumpuni dari berbagai unit di Sekolah Pascasarjana UNAIR:
-
Dr. Santi Isnaini, S.Sos., MM (Ketua Peminatan Industri Kreatif)
-
Dr. Rosa Ristawati (Koordinator Unit Kemitraan Internasional periode 2020-2023)
-
Dr. Zuyyinna Choirunnisa, S.M., M.S.M (General Manager Executive Learning Hub)
-
Dr. Hijrah Saputra, S.T., M.Sc (Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
-
Dr. Fiona Niska, SE., M.S.M (Ketua Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah)
Manusia sebagai Kunci Inovasi
Dr. Santi Isnaini membuka percakapan dengan menyoroti peran sentral manusia dalam peradaban. Ia menegaskan, kreativitas dan inovasi tak akan ada tanpa sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“Saat ini, Indonesia tidak kekurangan SDM. Untuk itu, peminatan kami hadir sebagai usaha menjawab tantangan yang ada di Indonesia, salah satunya dengan menciptakan lapangan pekerjaan sesuai kreativitas,” ungkapnya.
Pernyataan ini disambut senada oleh Dr. Hijrah Saputra, yang menekankan bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus harus bermuara pada kontribusi nyata. Tujuannya adalah membuka peluang kerja sama dan meningkatkan kemitraan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Menjembatani Teori dan Praktik
Diskusi berlanjut ke peran lembaga non-gelar dalam dunia pendidikan. Dr. Zuyyinna Choirunnisa menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi:
“Dibutuhkannya praktisi-praktisi yang memiliki konsep dan teori untuk meminimalisir kekosongan antara teori dan praktik.”
Sementara itu, Dr. Fiona Niska dari Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah menekankan pentingnya publikasi ilmiah untuk kemitraan global. Karya ilmiah yang dikirim ke jurnal bereputasi internasional menjadi upaya nyata dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), sekaligus meningkatkan kapabilitas inovasi bangsa.
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Di akhir forum, Dr. Rosa Ristawati mengingatkan bahwa kemitraan global bukan sekadar kerja sama antarnegara, tetapi sebuah kemitraan dengan tujuan mulia: pemerataan kualitas pendidikan untuk mengatasi krisis global dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Forum ini menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremonial semata, melainkan harus tercermin dalam kerja nyata. UNAIR, melalui berbagai unit dan programnya, terus memantapkan diri sebagai kampus berdampak yang tidak hanya melahirkan lulusan unggul, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan tujuan Airlangga Forum.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




