UNAIR dan PWNU Jatim Meneguhkan Misi Moderasi Beragama dan Ekologi Global
Delegasi Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur baru-baru ini melaksanakan kunjungan akademik ke Tiongkok.
Agenda ini mempertegas peran UNAIR sebagai School of Collaborative Leadership sekaligus Kampus Berdampak (Impactful University) yang aktif menggaungkan nilai moderasi beragama dan pelestarian lingkungan dalam skala global.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari diplomasi akademik dan budaya lintas negara, yang berorientasi pada penguatan hubungan antarperadaban dan peningkatan pemahaman antarumat beragama.
Nan Jing: Menyusuri Jejak Sejarah Toleransi Laksamana Cheng Ho
Salah satu momen bersejarah dalam kunjungan ini adalah saat delegasi mengunjungi Masjid Jinggue di Nan Jing, masjid tertua dari masa Dinasti Ming.
Di tempat bersejarah ini, delegasi UNAIR dan PWNU Jatim berdialog mengenai harmoni antaragama dan semangat kemanusiaan universal.
Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, menegaskan bahwa nilai toleransi di Tiongkok merefleksikan prinsip serupa yang telah lama mengakar di Indonesia.
淚ndonesia tanpa terkecuali juga telah mengakomodir semua hak dan kewajiban umat beragama seluruh warga negara, ujar Prof. Suparto.
淧erbedaan agama justru menjadi perekat kebangsaan untuk saling tolong-menolong dan berkarya bagi kemajuan bersama.
Menurutnya, kunjungan ini mempertegas optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju di kawasan Asia berkat pondasi toleransi dan moderasi beragama.
Sementara itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Timur, menambahkan pesan moral universal.
淪emua manusia di muka bumi ini adalah saudara, terlebih sesama umat Islam di manapun berada. Maka, sikap dan tutur kita harus selalu mencerminkan kasih sayang, pesannya.
Dialog lintas budaya di Nan Jing ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menumbuhkan silaturahmi global dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Pelajaran dari Sungai Kuning dan Sungai Yangtze: Tiongkok dan Komitmen Ekologi
Selain memperkuat diplomasi budaya, delegasi juga menyoroti pengelolaan lingkungan hidup di dua sungai legendaris Tiongkok: Sungai Kuning dan Sungai Yangtze.
Delegasi berkesempatan meninjau langsung sistem konservasi air, pengendalian limbah, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Prof. Suparto Wijoyo mengapresiasi keseriusan pemerintah Tiongkok dalam menjaga ekosistem nasionalnya.
淭iongkok sudah selangkah lebih maju dalam menjaga ekosistem melalui instrumen hukum yang tepat dan penegakan aturan yang tegas, ungkapnya.
Ia juga mencatat bagaimana pemerintah setempat memberi perhatian luar biasa terhadap setiap unsur ekologis, bahkan hingga pada pohon-pohon tua yang diberi sertifikat dan perawatan khusus.
Tindakan tersebut mencerminkan filosofi bahwa alam adalah warisan yang harus dijaga, bukan dimanfaatkan semata.
Selaras dengan hal itu, KH. Kikin Abdul Hakim menegaskan pandangan Islam tentang tanggung jawab manusia terhadap alam.
淧emuliaan lingkungan adalah kewajiban semua umat manusia. Dalam Islam, kita adalah khalifatullah fil ardh攑emelihara bumi yang bertanggung jawab, ujarnya.
Refleksi: Dari Tiongkok untuk Indonesia yang Moderat dan Berkelanjutan
Kunjungan delegasi UNAIR dan PWNU Jatim ke Tiongkok ini bukan sekadar pertukaran budaya, tetapi sebuah laboratorium peradaban yang menumbuhkan nilai-nilai moderasi, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Melalui misi ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR terus memperkuat peran strategisnya dalam menjembatani dialog antarbangsa dan mengimplementasikan riset akademik yang berdampak global.
淏elajar dari Tiongkok, kita melihat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh nilai moral dan etika terhadap sesama manusia dan alam, pungkas Prof. Suparto Wijoyo.
Dengan semangat kolaborasi lintas negara dan lintas budaya, UNAIR menegaskan komitmennya untuk menjadi Kampus Berdampak Global攜ang tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga menyulam peradaban yang damai, toleran, dan berkelanjutan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




