Surabaya “ Para akademisi muda di lingkungan Kementerian Agama dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) mendapatkan bekal berharga dalam kegiatan pendampingan penulisan ilmiah yang digelar di Green Sa Inn UINSA, Juanda. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Fiona Niska Dinda Nadia, S.E., M.S.M., Ketua Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR), sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fiona menekankan bahwa riset berkualitas tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga pada upaya menggali makna dan cerita di balik data tersebut.
Bedah Perbedaan Riset Kuantitatif dan Kualitatif
Menurut Dr. Fiona, riset kuantitatif berfokus pada angka serta pertanyaan œa±è²¹ untuk menguji hipotesis. Sementara itu, riset kualitatif lebih mendalam dengan menjawab pertanyaan œm±ð²Ô²µ²¹±è²¹ dan œb²¹²µ²¹¾±³¾²¹²Ô²¹ sebuah fenomena terjadi.
Ia mengajak para peserta untuk memandang riset sebagai sebuah seni, tempat peneliti bisa œmendengar suara dari data.
Teknik Riset Kualitatif Andalan
Dr. Fiona memperkenalkan beberapa teknik yang bisa memperkaya riset kualitatif, antara lain:
-
Teknik Insiden Kritis (CIT): Metode untuk menangkap momen penting yang membentuk pengalaman individu atau organisasi. Termasuk turunannya, Switching-Path Analysis Technique (SPAT-CIT), yang digunakan untuk memahami alasan konsumen berpindah layanan.
-
Studi Kasus: Metode untuk memahami fenomena dalam konteks aslinya, baik studi kasus tunggal maupun jamak.
-
Etnografi: Mengajak peneliti berinteraksi langsung dengan kelompok sosial atau organisasi guna memahami budaya dan perilaku dari sudut pandang informan.
Selain teknik tersebut, ia juga memperkenalkan software riset kualitatif NVivo, yang membantu peneliti dalam mengelola, mengkode, dan menganalisis data seperti transkrip wawancara dan catatan lapangan.
Peran Teknologi dalam Riset Kualitatif
Dr. Fiona menyoroti bahwa teknologi kini menjadi bagian penting dalam penelitian kualitatif. Aplikasi seperti NVivo, ATLAS.ti, dan MAXQDA mempermudah peneliti untuk bekerja lebih sistematis, efisien, dan terorganisir.
Beberapa keunggulan NVivo yang dipaparkan antara lain:
-
Menyusun data secara sistematis,
-
Menyimpan semua jenis data di satu tempat,
-
Mendukung beragam format data (teks, audio, video, gambar),
-
Memudahkan analisis subkelompok (coding),
-
Meningkatkan efisiensi riset secara keseluruhan.
Contoh Aplikasi dalam Riset Nasional
Sebagai ilustrasi, Dr. Fiona membagikan hasil riset berjudul œBridging the Gap: Orchestrating Indonesian Higher Education yang menggunakan Analisis Data Sekunder (SDA). Studi ini mengungkap adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kebutuhan sektor ekonomi dengan ketersediaan program studi STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) di Indonesia, yang berpotensi menghambat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Dorongan untuk Akademisi Muda
Melalui kegiatan ini, Dr. Fiona berharap para akademisi muda dapat menghasilkan riset yang tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memberikan wawasan mendalam dan inspirasi nyata bagi masyarakat luas.
Kesimpulan
Kunci riset berkualitas menurut Dr. Fiona terletak pada keberanian menggali makna di balik data serta memanfaatkan teknologi untuk analisis yang lebih efektif. Dengan bekal ini, para dosen pemula diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang berdampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




