Bupati YES fokus tingkatkan derajat kesehatan masyarakat Lamongan
Berita UNAIR Pascasarjana, Kamis 16 Maret 2023 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa heran melihat banyaknya warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Diketahui, sekitar dua juta orang memilih pengobatan di luar negeri, seperti Singapura hingga Jepang. Menurutnya hal ini membuat 165 Triliun kita kehilangan devisa, hal tersebut disampaikan saat meresmikan salah satu rumah sakit di kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Jokowi meminta agar lebih banyak lagi rumah sakit dengan pembangunan berstandar internasional termasuk ketersediaan tenaga kesehatan dan pelayanan terbaiknya. Tidak hanya bisa diakses kalangan menengah ke atas, tetapi juga untuk masyarakat dengan ekonomi terbatas yang dibantu BPJS Kesehatan. Senada dengan pernyataan Kepala Negara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pelayanan yang baik dan maksimal bisa dilihat semakin banyak pejabat dan orang kaya yang memilih berobat dalam negeri, menurutnya, jika masih banyak warga negara Indonesia melakukan pemeriksaan kesehatan di luar negeri, pelayanan rumah sakit di Indonesia dikhawatirkan belum maksimal.
Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA yang merupakan Mahasiswa S2 Ekonomi Kesehatan, Sekolah Pascasarjana UNAIR sebuah Program Studi yang merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia yang menggabungkan antara faktor ekonomi dan kesehatan yang dihadirkan untuk menjawab tantangan global akan kondisi kesehatan Indonesia ini, sangat serius terhadap masalah layanan kesehatan.
Seperti dilansir dari Radar Lamongan, pada tanggal (03/03/2023) dirinya, sebagai kepala daerah bersama wakil berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lamongan, Hasilnya, dengan pelayanan kesehatan prima dapat meningkatkan usia harapan hidup di Lamongan. Tercatat angka harapan hidup Lamongan 72,86, yang artinya masyarakat Lamongan sehat dan bahagia.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas kesehatan. Sehingga, masyarakat Lamongan dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan yang juga murah. Salah satu bentuk inovasi yang diberikan, dengan menyiapkan fasilitas kesehatan tingkat 1 di puskesmas.
Dengan pembinaan dari Dinas Kesehatan Lamongan, Bupati Yes yang juga merupakan Dosen di Sekolah Pascasarjana UNAIR ini telah me-launching 11 puskesmas, 6 polindes, dan beberapa puskesmas pembantu (pustu) yang akan memberikan pelayanan optimal di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Taufik Hidayat mengatakan, perbaikan puskesmas terus dilakukan tanpa mengurangi jam pelayanan. Karena perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Beberapa puskesmas yang sudah memiliki gedung PONED (Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) sendiri, antara lain Puskesmas Deket, Puskesmas Sukorame, Puskesmas Mantup, Puskesmas Kalitengah, Puskesmas Sambeng, Ngimbang, Tlogosandang, dan puskesmas Payaman.
Selain itu, Taufik mengatakan, puskesmas juga terus berinovasi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Seperti menyediakan gedung radiologi khusus di Puskesmas Mantup. Kemudian menambah jumlah ruang rawat inap di beberapa puskesmas, serta memaksimalkan pelayanan pustu.
Bahkan yang menarik, puskesmas ini berlomba untuk memberikan pelayanan prima. Seperti Puskesmas Deket dengan inovasi Kereta Ambyar (skrining kesehatan tanpa bayar untuk penyakit tidak menular). Serta dalam mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting, Puskesmas Sukorame menyiapkan inovasi Kepiting Sukorame (kelompok peduli stunting Sukorame).
Hal tersebut diatas seakan menjadi penanda sejalannya arahan Presiden dengan yang dilakukan oleh Bupati YES dalam membangun daerahnya, dengan terus berupaya serius untuk memberikan kemudahan pelayanan terbaik bagi warganya, sesuai dengan slogan Menuju Kejayaan yang berkeadilan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




