Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Forensik Fakultas Kedokteran 51动漫 (UNAIR) mendapatkan pengalaman lapangan yang tak ternilai melalui kunjungan ke Pusat Laboratorium Forensik (PUSLABFOR) Polda Jawa Timur, Rabu (11/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Tata Laksana Laboratorium Forensik dan bertujuan memberikan pemahaman langsung terhadap proses ilmiah dalam penyidikan kasus pidana.
Dari Teori ke Lapangan: Praktik Langsung Ilmu Forensik
Kunjungan dibuka oleh AKBP Imam Mukti, S.Si., Apt., M.Si., Wakil Kepala Bidang Labfor Polda Jatim, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum.
淟aboratorium forensik adalah ujung tombak dalam pembuktian hukum. Integrasi dengan akademisi memperkuat keadilan berbasis bukti ilmiah, tegasnya.
Mahasiswa diajak mengunjungi sejumlah sub-bidang laboratorium, mulai dari Balistik, Narkoba, Pemalsuan Dokumen, Fisika dan Digital Forensik, hingga Kimia dan Biologi (Kimbio). Di setiap unit, mereka belajar langsung dari para ahli tentang metode pemeriksaan, teknologi terbaru, serta tantangan dalam mengungkap tindak kejahatan.
淢elihat langsung bagaimana analisis forensik dilakukan memberi kami pemahaman konkret tentang peran ilmuwan forensik dalam proses hukum, ujar salah satu mahasiswa.
UNAIR: Mendorong Pendidikan Forensik Berbasis Praktik
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen UNAIR sebagai kampus berdampak global, sesuai visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pengembangan pendidikan saintek berbasis solusi.
Sebagai universitas peringkat 308 dunia versi QS WUR 2025, UNAIR melalui Program Magister Ilmu Forensik terus mendorong pembelajaran yang aplikatif dengan melibatkan institusi profesional di bidangnya. Kemitraan dengan PUSLABFOR Polda Jatim menjadi langkah strategis memperluas jaringan praktik dan memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang forensik lapangan.
Tantangan Forensik Digital di Era Siber
Salah satu sesi yang paling menarik adalah praktikum forensik digital, yang menyoroti meningkatnya kasus kejahatan siber. Tim Puslabfor mendemonstrasikan teknik ekstraksi data dari perangkat digital serta penggalian jejak elektronik untuk mendukung proses hukum.
淜eahlian di bidang forensik digital kini sangat vital. Mahasiswa perlu menguasai berbagai tools dan teknik terbaru untuk bisa berperan aktif dalam menangani kasus siber, terang instruktur dari Labfor Digital.
Etika, Teknologi, dan Tanggung Jawab
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya etika dan standar kerja laboratorium forensik. Profesionalisme, integritas, dan ketelitian menjadi fondasi utama dalam praktik keilmuan ini.
Kunjungan Magister Ilmu Forensik UNAIR ke PUSLABFOR Polda Jatim merupakan cerminan nyata dari sinergi antara sains dan penegakan hukum. Dengan pendekatan multidisipliner dan dukungan infrastruktur mutakhir, UNAIR siap mencetak lulusan ahli forensik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menjawab tantangan praktik di lapangan攂aik di level nasional maupun internasional.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




