Humas FH (16/06/25) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik melalui pelaksanaan Role Play Model United Nations (MUN) dalam kelas Mata Kuliah Hukum Internasional. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menggantikan pendekatan klasikal yang konvensional dengan metode yang lebih interaktif dan melibatkan mahasiswa secara aktif. , salah satu dosen Hukum Internasional FH UNAIR, memaparkan tujuan, manfaat, serta tantangan dari pelaksanaan Role Play MUN ini.
Menurut Jani, tujuan utama dari Role Play MUN adalah memperkaya variasi pengalaman belajar mahasiswa. 淚novasi pembelajaran itu penting agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar terbaik, ujarnya. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan lebih tertarik dan antusias dalam mempelajari Hukum Internasional, sehingga pemahaman terhadap substansi materi menjadi lebih mendalam. Pendekatan klasikal, di mana dosen mendominasi pembicaraan sementara mahasiswa hanya mendengarkan, dianggap kurang mendukung pembelajaran aktif. Oleh karena itu, FH UNAIR telah mengembangkan berbagai metode seperti Problem-Based Learning, Project-Based Learning, dan Case-Based Learning, dengan Role Play MUN sebagai tambahan inovasi untuk memperkaya proses pembelajaran.
Dalam Role Play MUN, mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan aktor utama dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka dituntut untuk menulis position paper, menyusun naskah general statement, hingga merancang draf resolusi Majelis Umum PBB. 淢ahasiswa belajar langsung melakukan riset, menganalisis kebijakan politik dalam negeri, memahami geopolitik, dan menerapkan teori dalam analisis kasus, tambah Jani.
Pelaksanaan Role Play MUN kali ini merupakan yang ketiga kalinya di FH UNAIR. Berbeda dari dua role-play sebelumnya yang lebih terstruktur dengan pendekatan pilihan setuju atau tidak setuju, simulasi kali ini dirancang untuk memberikan ruang diskusi yang lebih luas. Kasus yang diangkat adalah pengajuan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Mahkamah Pidana Internasional (ICJ) atas dugaan kejahatan kemanusiaan dalam pemberantasan narkoba di negaranya. 淜asus ini punya banyak spektrum, sehingga varian sikap politik mahasiswa juga beragam. Hal ini membuka peluang untuk tidak tercapainya konsensus dalam waktu singkat, ungkap Jani.
Baca Juga:
Role Play MUN di FH UNAIR bukan sekadar simulasi, melainkan jembatan yang menghubungkan teori Hukum Internasional dengan praktik diplomasi dunia nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang hukum, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, bernegosiasi, dan bekerja sama dalam konteks global. Dengan inovasi seperti ini, FH UNAIR terus menunjukkan komitmennya untuk mencetak generasi hukum yang kompeten dan siap bersaing di kancah internasional.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




