Sebanyak 206 mahasiswa baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3) resmi memulai perjalanan intelektualnya di Sekolah Pascasarjana 51动漫 (SPS UNAIR), Selasa (27/1/2026). Bertempat di Hall Sriwijaya, ASEEC Tower, seremoni penerimaan ini tidak sekadar menjadi agenda administratif, melainkan pernyataan komitmen untuk mencetak pemimpin berintegritas yang mampu memberi dampak nyata bagi bangsa dan dunia.
Kegiatan dibuka oleh Direktur SPS UNAIR, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS, dan dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana terkait peta jalan akademik, tata kelola, hingga arah pengembangan lulusan.
Integritas dan Standar Akademik Global
Pilar pertama yang ditekankan merujuk pada visi SMART University, sebagaimana dipaparkan Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Jusuf Irianto, Drs., M.Com. Mahasiswa pascasarjana UNAIR tidak hanya dituntut mencapai capaian akademik tinggi, tetapi juga menjunjung teguh etika dan integritas ilmiah.
Standar kelulusan ditetapkan secara kompetitif, meliputi pemenuhan skor English Language Proficiency Test (ELPT) serta kewajiban publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Sebagai fondasi kepemimpinan, seluruh mahasiswa baru diwajibkan mengikuti mata kuliah Strategic Leadership setiap hari Sabtu, guna membentuk mentalitas pemimpin sebagai motor penggerak perubahan.
Ekosistem Pendukung yang Adaptif
Dari sisi manajerial dan sumber daya, SPS UNAIR telah menyiapkan sistem pendukung yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa profesional. Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Informasi, Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa proses pembelajaran diterapkan melalui skema hibrida dengan komposisi 40 persen daring dan 60 persen luring.
Berbagai fasilitas fisik, seperti ruang kuliah internasional dan ruang diskusi tematik, disiapkan untuk mendorong akselerasi intelektual. Komitmen institusi ini juga diperkuat dengan skema apresiasi berupa beasiswa bebas UKT bagi mahasiswa berprestasi, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi balik dalam penguatan tata kelola dan reputasi program studi.
Kolaborasi dan Dampak Global
Menutup rangkaian pemaparan visi, Wakil Direktur Bidang Riset, Internasionalisasi, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., menegaskan posisi SPS UNAIR sebagai School of Collaborative Leadership. Lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan berjejaring dan berkolaborasi lintas sektor serta negara.
Arah pengembangan SPS UNAIR difokuskan pada tiga pilar utama:
-
Penguatan Riset, melalui coaching clinic dan hibah pendanaan riset untuk mendorong luaran publikasi terindeks Scopus.
-
Jejaring Internasional, melalui program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi akademik dengan mitra global, antara lain di Swiss, Belgia, dan Kazakhstan.
-
Solusi Praktis, melalui pengabdian masyarakat yang aplikatif, mulai dari mitigasi bencana hingga konservasi lingkungan sebagai wujud implementasi ilmu pengetahuan.
Dengan dimulainya perkuliahan pada 9 Februari 2026, 206 mahasiswa baru ini diharapkan mampu mengintegrasikan integritas akademik, dukungan teknologi, dan kolaborasi global untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan bangsa dan dunia.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




